BPPT Gandeng IDI Luncurkan Aplikasi Covid Track

BPPT Gandeng IDI Luncurkan Aplikasi Covid Track
Kepala BPPT, Hammam Riza. (Foto: Beritasatu Photo / Ari Supriyanti Rikin)
Ari Suprianti Rikin / FER Kamis, 9 April 2020 | 17:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meluncurkan aplikasi mobile Covid-19 untuk melindungi tenaga medis dari potensi paparan virus corona atau Covid-19.

Baca: BPPT Targetkan PCR Lokal Rampung 1 Bulan

Kepala BPPT, Hammam Riza mengatakan, aplikasi berbasis android ini memiliki fitur untuk melacak serta menganalisis pergerakan orang dalam pengawasan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP) dan mendata penyebaran dan ketersediaan alat pelindung diri (APD).

Aplikasi Covid Track akan melindungi tenaga medis, utamanya dokter praktek mandiri, ketika dokter tersebut hendak melakukan anamnesa (pemeriksaan awal) terhadap seorang pasien yang berkunjung.

"Melalui aplikasi ini, ketika seorang dokter hendak melakukan anamnesa dan mulai mendata pasien yang berkunjung, maka berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK) yang dimasukkan, dokter akan tahu apakah pasien tersebut sudah pernah terdata sebelumnya," katanya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Baca: SehatQ Luncurkan Fitur Beli Vitamin dan Obat Daring

Bila data menunjukkan bahwa pasien berstatus PDP atau bahkan terkonfirmasi positif lanjutnya, maka aplikasi akan mengirimkan notifikasi ke dokter, untuk mengambil tindakan preventif.

Dengan demikian aplikasi ini akan membantu dokter dalam melakukan perlindungan diri, serta memitigasi potensi atau risiko keterpaparan dokter terhadap Covid-19.

Hammam menuturkan, dalam pembuatan aplikasi Covid Track, BPPT bersinergi dengan Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE), yang berperan aktif dalam memfasilitasi user requirements dari Pengurus Besar ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).

Baca: IDI Sarankan Pemudik dari Jakarta Jalani Karantina 14 Hari

"Dengan begitu, maka aplikasi ini berisi data primer yang sangat valid, karena bersumber dari dokter itu sendiri. Dan bila data tersebut terus terkumpul dan bergulir, maka riset lebih lanjut dengan melibatkan big data analysis maupun artificial intelligent (AI) dapat dilakukan," paparnya.

Mobile Covid Track ini akan memberikan informasi antara lain, pertama adalah melakukan tracing pergerakan pasien-pasien yang terdata. Dengan demikian pemerintah atau instansi yang terkait dapat melakukan tindakan-tindakan pencegahan atau pemeriksaan pada tempat-tempat atau lokasi yang disinggahi oleh penderita dalam kurun 14 hari terakhir.

"Memang untuk mendapatkan data ini maka penderita diminta untuk menginstal aplikasi ini dimana untuk selanjutnya aplikasi ini akan mengirimkan data posisi secara berkala ke server," ungkap Hammam.

Baca: IDI Minta Pemerintah Perluas Skrining

Adapun proses tracing pada pasien-pasien dapat dilihat pada halaman terbatas aplikasi yang sedang dibangun. Tidak semua orang dapat melihat data tersebut.

Kedua, melakukan pendataan kebutuhan APD dari fasilitas kesehatan lainnya. PB IDI mengelola penyaluran APD yang berdasarkan sumbangan dari masyarakat. Agar penyaluran tersebut merata dan tepat guna, maka dibutuhkan data kebutuhan harian dari fasilitas kesehatan.

Dengan melihat data tersebut dan kemudian disandingkan dengan skala prioritas, maka diharapkan penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan baik. Fasilitas kesehatan yang dimaksud bukan hanya fasilitas kesehatan milik pemerintah atau daerah, tetapi juga fasilitas kesehatan yang dikelola oleh swasta.

Ketiga, membantu memberikan informasi kepada masyarakat dimana membeli APD yang sesuai dengan standar. Hal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat jika ingin melakukan donasi atau sumbangan APD ke fasilitas kesehatan tetapi tidak mempunyai informasi dimana harus mencarinya.

Selain itu dibangun juga aplikasi berbasis web yang merupakan komplementari dari aplikasi berbasis mobile dimana pada aplikasi ini ditampilkan informasi tentang perkembangan sebaran Covid-19 pada umumnya dan juga sebagai interface bagi pengelola dalam melakukan manajemen kebutuhan dan pengiriman bantuan APD.



Sumber: BeritaSatu.com