Batan Buktikan Kemampuan Kelola Nuklir

Batan Buktikan Kemampuan Kelola Nuklir
Kepala Batan, Anhar Riza Antariksawan, di acara peringatan HUT ke-61 Batan. (Foto: Beritasatu.com / Istimewa)
Ari Supriyanti Rikin / FER Selasa, 10 Desember 2019 | 17:04 WIB

Tangerang Selatan, Beritasatu.com - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) akan terus membumikan nuklir untuk kesejahteraan dan perdamaian. Selama 61 Batan berdiri, banyak pemanfaatan iptek nuklir dihasilkan di bidang pertanian, pangan dan kesehatan.

Limbah Radioaktif Aman dan Bisa Dimanfaatkan Kembali

Sementara itu, untuk energi nuklir memang masih dipertimbangkan oleh pemerintah. Namun dari sisi teknologi Batan sudah mampu, tiga reaktor riset di kawasan Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) Serpong Tangerang Selatan, Bandung dan Yogyakarta menjadi bukti Indonesia mampu di bidang teknologi nuklir.

Kepala Batan, Anhar Riza Antariksawan mengatakan, iptek nuklir sudah dipandang penting sejak lama oleh founding fathers. Indonesia menjadi satu dari 81 negara melakukan pemanfaatan iptek nuklir dengan ditandai berdirinya Batan yang dulu bernama Badan Tenaga Atom Nasional.

"Tahun 1958 satu tahun setelah berdirinya IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional), Indonesia membentuk Badan Tenaga Atom Nasional. Lalu dibangun tiga reaktor riset, era yang menandai pengembangan iptek nuklir," katanya dalam peringatan HUT ke-61 Batan di kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (10/12).

Nuklir Bisa Jadi Solusi Pengobatan Murah

Anhar menambahkan, pengembangan iptek nuklir di Indonesia bertujuan memberi kesejahteraan dan kedamaian umat manusia.

Reaktor riset serbaguna GA Siwabessy di Puspiptek Serpong mampu mengembangkan energi nuklir berupa radioisotop dan radiofarmaka. Samarium yang dihasilkan, bisa membantu mengurangi rasa sakit pasien kanker. Dibanding morfin, penggunaan samarium bisa lebih lama mengurangi rasa sakit. Bahkan, Batan bertekad bisa mengantikan 94 persen bahan baku obat impor dengan produk dalam negeri.

Sementara itu, di bidang pertanian Batan sudah menghasilkan 25 varietas padi unggul, 12 varietas kedelai dan varietas lainnya seperti kacang hijau. "Kita terus membumikan iptek nuklir di masyarakat," ucapnya.

Di bidang pertanian, lanjut Anhar, Batan sudah membina tiga agrotechnopark di Musi Rawas, Polewali Mandar dan Klaten. Penggunaan varietas Batan mampu meningkatkan pendapatan petani sebesar 29 persen. Bahkan, sudah ada 9 pengusaha pemula berbasis teknologi yang memakai varietas Batan.

Selain itu, Batan sudah sudah memiliki fasilitas iradiator gamma Merah Putih yang digunakan 60 perusahaan agar produknya aman dan tidak mudah terkontaminasi. Nilai layanan iradiator sepanjang tahun 2019 ini pun telah mencapai Rp 3,5 miliar.

Anhar menambahkan, untuk ke depannya, di tahun 2020-2024, Batan mendapat tugas menjadi koordinator tiga bidang prioritas riset nasional yakni di bidang energi pembangkit listrik dan tenaga nuklir, pembanguan sistem pemantau radiasi lingkungan dan pemuliaan tanaman.

"Tak hanya itu, Batan juga mendukung program riset nasional baterai logam tanah jarang dan pencegahan stunting," tandas Anhar.



Sumber: Suara Pembaruan