Resmikan Palapa Ring, Jokowi: Teknologi Jangan Disalahgunakan Untuk Hoax

Resmikan Palapa Ring, Jokowi: Teknologi Jangan Disalahgunakan Untuk Hoax
Joko Widodo. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / WBP Senin, 14 Oktober 2019 | 10:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian Palapa Ring atau dikenal "Tol Langit" di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/10/2019). Hal ii ditandai penandatanganan prasasti digital oleh Jokowi.

“Saya resmikan pengoperasian Palapa Ring yang menghubungkan seluruh ibu kota di 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia,” kata Jokowi dalam sambutannya.

Jokowi berpesan agar perkembangan teknologi digital tidak disalahgunakan. Misalnya untuk menyebar ujaran kebencian, fitnah, informasi hoaks, termasuk fakenews.

“Harus diingat, perkembangan teknologi digital tidak boleh disalahgunakan. Ujaran kebencian tidak, tidak boleh untuk itu, untuk fitnah tidak boleh, hoax tidak, fakenews tidak. Ini yang harus dicegah. Saling menjelekkan, saling mencela di media sosial harus dihentikan,” tegas Jokowi.

Rudiantara: Palapa Ring Akan Diresmikan 14 Oktober

Menurut Jokowi, kehadiran Palapa Ring sepatutnya mampu memberikan rasa adil seluruh masyarakat dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Pulau Rote. Rakyat mempunyai kesempatan yang sama mengakses teknologi digital dengan konektivitas sangat cepat.

“Palapa Ring Barat, Palapa Ring Tengah sudah lebih dahulu dirasakan rakyat. Kita harapkan juga untuk Palapa Ring Timur bisa sejahterakan masyarakat di Papua, Maluku, NTT (Nusa Tenggara Timur),” ujar Jokowi.

Teknologi Berkembang Pesat, Masyarakat Diminta Tak Jadi Penonton

Jokowi pun berharap agar seluruh aparatur pemerintah dapat memanfaatkan beroperasinya tol langit. Khususnya untuk mempercepat pelayanan birokrasi, dan meningkatkan akuntabilitas publik.

“Bagi seluruh rakyat Indonesia saya berpesan, gunakan teknologi digital secara baik, gunakan internet secara bijak. Gunakan untuk kebaikan kita bersama, untuk kerukunan, persatuan kita sebagai sebuah bangsa,” ucap Jokowi.



Sumber: Suara Pembaruan