SEC Hentikan Initial Coin Offering Telegram
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

SEC Hentikan Initial Coin Offering Telegram

Minggu, 13 Oktober 2019 | 15:31 WIB
Oleh : FER

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Amerika Serikat (AS) telah menghentikan penawaran umum perdana (Initial Coin Offering/ICO) token digital senilai US$ 1,7 miliar yang tidak terdaftar oleh layanan pesan Telegram dan anak perusahaanya Telegram Open Network (TON).

Baca Juga: Telegram Akan Luncurkan Mata Uang Digital

Telegram Open Network (TON) sendiri merupakan proyek jaringan blockchain yang dirancang dengan cepat, aman, terukur dan mampu menangani jutaan transaksi per detik.

Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengatakan, telah menerima perintah penahanan sementara terhadap dua perusahaan tersebut, yang menurut regulator, menjual 2,9 miliar token digital yang dinamai Gram itu kepada investor awal secara global, termasuk 1 miliar kepada pembeli AS.

SEC telah menetapkan bahwa penawaran umum perdana (ICO) adalah penawaran sekuritas, dan karenanya harus tunduk pada aturan penawaran SEC, yang mengharuskan perusahaan untuk mengajukan pendaftaran dan pengungkapan dokumen.

Baca Juga: Tiongkok Siapkan Aturan Larang Penambangan Bitcoin

"Tindakan darurat ini dimaksudkan untuk mencegah Telegram membanjiri pasar AS dengan token digital yang kami duga dijual secara tidak sah," kata co-director Enforcement Division SEC, Stephanie Avakian, dikutip dari Reuters, Minggu (13/10/2019).

Menurut SEC, Telegram berjanji memberikan koin kepada pembeli ketika meluncurkan sistem pencatatan transaksi digitalnya, atau biasa disebut blockchain, pada 31 Oktober. Pada saat itu perusahaan dan pembeli akan dapat menjualnya di pasar AS.



Sumber: Reuters, Antara


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rudiantara: Palapa Ring Akan Diresmikan 14 Oktober

Terdapat 18 perusahaan yang telah mengajukan permintaan uji coba.

DIGITAL | 13 Oktober 2019

Konami Hadirkan Yu-Gi-Oh! Duel Links di Indonesia Comic Con

Konami mengenalkan seri permainan mobilenya, Yu-Gi-Oh! Duel Links dan membawa serta Kenichi Kataoka, produser game Yu-Gi-Oh! Duel Links.

DIGITAL | 13 Oktober 2019

OVO Jadi Unicorn, Ini Permintaan Luhut

Kontribusi yang dapat dilakukan antara lain, peningkatan dan pemerataan kesejahteraan kualitas hidup bagi mitranya.

DIGITAL | 13 Oktober 2019

Ini Target OVO Setelah Jadi Startup Unicorn

Menjadi startup unicorn dan salah satu pemain e-money terbesar di Indonesia bukan tujuan akhir OVO.

DIGITAL | 13 Oktober 2019

Income.id, Pilihan Lain Baca Media Online

Income.id berupaya menjadi situs media yang bisa dipercaya di Indonesia.

DIGITAL | 11 Oktober 2019

Irit Baterai, Tetikus Logitech M350 Tahan 18 Bulan

Logitech memperkenalkan varian anyar tetikus Pebble M350 yang sangat irit daya dan dapat bertahan selama 18 bulan dalam satu kali pergantian baterai.

DIGITAL | 11 Oktober 2019

Pesan OPPO Reno2 F di Shopee Sekarang, Berhadiah Speaker JBL

OPPO buka pre-order ponsel terbarunya Reno2 F di Shopee dan berhadiah speaker nirkabel JBL.

DIGITAL | 11 Oktober 2019

Perusahaan AI Lokal Ini Bidik Sektor Keuangan

Sebagai perusahaan vision AI pertama di Indonesia, saat ini teknologi face recognition Nodeflux telah mendapatkan pengakuan global.

DIGITAL | 11 Oktober 2019

V2 Indonesia Kenalkan Dua Perangkat Audio High-End

V2 Indonesia Indonesia memperkenalkan dua produk teknologi audio terbarunya, untuk kalangan konsumen premium di Indonesia.

DIGITAL | 11 Oktober 2019

Finmas Kantongi Izin Fintech Lender dari OJK

Finmas mendapat izin usaha penyelenggaraan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi dari OJK

DIGITAL | 11 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS