Ini Pengaruh Tokopedia Terhadap Perekonomian Indonesia

Ini Pengaruh Tokopedia Terhadap Perekonomian Indonesia
Co-Founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya (kiri) bersama  Wakil Direktur LPEM FEB UI, Kiki Verico (tengah) dan Laras Anggraini, Pendiri Smitten by Pattern tengah berbincang mengenai perjalanan Tokopedia  yang telah memberikan pengaruh besar untuk perekonomian Indonesia di Jakarta, Kamis (10/10/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 11 Oktober 2019 | 09:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tokopedia, perusahaan teknologi Indonesia yang terus bertransformasi menjadi Super Ecosystem, selama lebih dari 10 tahun ini terus mengakselerasi pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia.

Dampak pemerataan ekonomi digital tersebut bahkan sudah bisa dirasakan langsung oleh masyarakat hampir di seluruh wilayah Tanah Air, mulai dari Aceh sampai Papua.

Co-Founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, mengatakan, sejak awal Tokopedia berdiri memang berkomitmen untuk dapat memudahkan masyarakat dalam memulai dan menciptakan lebih dengan pemanfaatan teknologi.

"Menginjak usia yang ke-10 ini, kami terus bertransformasi menjadi sebuah Super Ecosystem, yang menjembatani semua pihak dalam misi sejalan untuk maju dan tumbuh bersama serta mengakselerasi pemerataan ekonomi digital di Indonesia,” ujar William dalam diskusi publik bertajuk 'Dampak Tokopedia terhadap Perekonomian Indonesia' di Djakarta Theater, Kamis (10/10/2019) malam.

William menambahkan, Indonesia dengan lebih dari 17.000 pulau, akan terus menjadi fokus utama dari Tokopedia.

"Bagi kami, Makassar lebih penting daripada Manila, Sukanagara lebih penting dibandingkan Singapura, maka Tokopedia sebagai perusahaan teknologi Indonesia akan terus berkomitmen menjadi lebih relevan dan bermanfaat untuk Indonesia,” tandas William.

Menurut riset yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) di 2019, Tokopedia telah memberikan pengaruh besar untuk perekonomian Indonesia.

"Dari hasil riset kami, populasi pengguna Tokopedia menyatakan Tokopedia membuat harga 21 persen lebih murah. Tidak hanya itu, Tokopedia juga membuat 79 persen pembeli menjadi lebih paham tentang produk investasi digital,” jelas Wakil Direktur LPEM FEB UI, Kiki Verico.

Selama 2018 lalu, total nominal transaksi atau Gross Merchandise Value (GMV) Tokopedia telah berhasil menembus angka Rp 73 triliun. Nilai ini diperkirakan naik menjadi Rp 222 triliun pada 2019 atau setara dengan 1,5 persen perekonomian Indonesia.

Untuk dampak langsung terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2018, Tokopedia telah berkontribusi sebesar Rp 58 triliun, yang diprediksi akan meningkat menjadi Rp 170 triliun di 2019, menurut riset LPEM FEB UI.

Kontribusi ekonomi langsung dari Tokopedia ini tidak hanya terjadi di pulau Jawa, namun juga turut berkontribusi besar dalam menggerakan perekonomian daerah, seperti halnya di Sulawesi Utara Rp 160 miliar, Aceh Rp 262 miliar, Kalimantan Timur Rp 933 miliar, Sumatera Utara Rp 2,79 triliun, dan Bali Rp 822 miliar.

Selain dampak langsung terhadap perekonomian Indonesia, hasil riset dari LPEM FEB UI ini juga menemukan bahwa Tokopedia juga turut menambah total pendapatan rumah tangga sebesar Rp 19,02 triliun, yang setara dengan peningkatan pendapatan sebesar Rp 441.000 untuk setiap angkatan kerja Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com