Habibie Wafat, Telkomsel Kehilangan Sosok Founding Fathers

Habibie Wafat, Telkomsel Kehilangan Sosok Founding Fathers
Bacharuddin Jusuf Habibie ( Foto: Globe Asia / Dokumentasi )
Emanuel Kure / FER Kamis, 12 September 2019 | 17:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Rakyat Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaik bangsa. Pada hari Rabu, 11 September 2019, Presiden ke-3 RI, Prof Dr BJ Habibie tutup usia dengan tenang di usianya yang ke-83 tahun.

Almarhum Habibie juga merupakan sosok penting dalam sejarah cikal bakal berdirinya Telkomsel di awal tahun 1990-an, yang menjadikannya sebagai salah satu founding fathers Telkomsel.

Direktur Utama Telkomsel, Emma Sri Martini mengatakan, keluarga besar Telkomsel turut berduka cita yang sedalam-dalamnya dan merasakan kehilangan yang besar atas kepergian almarhum.

"Bapak Habibie merupakan sosok yang penting bagi kami, beliau memiliki hubungan sejarah erat dalam proses beroperasinya teknologi selular Global System for Mobile Communications (GSM) di Indonesia serta beroperasinya layanan Telkomsel pertama kali di Pulau Batam,” kata Emma melalui siaran pers yang diterima redaksi, Kamis (12/9/2019).

Menurut Emma, sejarah hadirnya teknologi GSM di Indonesia hingga berdirinya PT Telekomunikasi Selular tidak dapat dipisahkan dari peran penting almarhum Habibie.

Emma menjelaskan, pada tanggal 14 Juli 1993, sejumlah direksi PT Telkom menghadap beliau yang saat itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek).

"Di atas sehelai kertas, beliau menuliskan persetujuan dan penerapan GSM sebagai standar teknologi seluler Indonesia. Tulisan ini yang kemudian menjadi referensi dari sebuah langkah besar migrasi teknologi dan pengembangan industri seluler analog ke digital di Indonesia,” ujar Emma.

Empat belas bulan kemudian, lanjut Emma, tepatnya pada tanggal 2 September 1994, Habibie meresmikan pengoperasian Telkomsel GSM di Pulau Batam. Pada saat itu, Telkomsel merupakan nama produk dari PT Telkom.

"Sebagai Menristek, beliau melakukan percobaan teknologi GSM dengan melakukan hubungan telepon dari GSM Telkomsel perdana, dari Batam ke Jakarta dan London,” ungkap Emma.

"Berangkat dari dua momen penting tersebut, Telkomsel GSM kemudian dipersiapkan dan dikembangkan menjadi sebuah operator seluler, hingga akhirnya pada 26 Mei 1995, lahirlah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel),” jelas Emma.

Sejak peristiwa bersejarah di Batam, Menurut Emma, sosok BJ Habibie sejatinya merupakan pelanggan pertama Telkomsel. Sebagai bentuk penghormatan yang terdalam atas kontribusi beliau, Telkomsel kemudian memberikan penghargaan kepada Habibie sebagai pelanggan Telkomsel ke-100 juta pada perayaan pencapaian Telkomsel di tahun 2011.

"Semangat Pak Habibie akan selalu melekat dalam perkembangan dan pertumbuhan Telkomsel. Kami akan meneruskan cita-cita dan kontribusi Pak Habibie untuk mengembangkan pemanfaatan teknologi untuk kemajuan anak bangsa. Selamat jalan, Pak Habibie," tutup Emma.



Sumber: Investor Daily