Nodeflux Ciptakan Ekosistem Berbasis Teknologi AI di Indonesia

Nodeflux Ciptakan Ekosistem Berbasis Teknologi AI di Indonesia
CTO dan Co Founder PT Nodeflux Teknologi Indonesia Faris Rahman. ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 1 Mei 2019 | 08:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Nodeflux, perusahaan vision artifical intelegent (AI) pertama dan terbesar di Indonesia berupaya menciptakan ekosistem berbasis AI di Tanah Air. Teknologi Nodeflux sudah diimplementasikan di Mabes Polri, Jakarta Smart City, PT Jasa Marga Tbk hingga perusahaan swasta nasional.

"Teknologi Nodeflux diimplementasikan di lima sektor yakni security surveilance, traffic management, advertising, ritel dan smart city," kata Chief Technology Officer (CTO) dan Co-Founder PT Nodeflux Teknologi Indonesia, Fariz Rahman saat ditemui Beritasatu.com di sela acara bertajuk 'Nodeflux BEYOND' di Jakarta, Selasa malam (30/4/2019).

Di segmen surveilance & security system, kata Fariz Rahman, teknologi AI Nodeflux telah dimanfaatkan Mabes Polri dan sejumlah polda untuk pengamanan pengunjung Asian Games 2018 lalu. "Kami kerja sama dengan tiga polda tempat penyelenggaraan Asian Games yakni Polda Metro Jaya, Polda Jabar dan Polda Sumsel," kata Fariz Rahman.

Dalam perkembangannya kata Fariz Rahman, Nodeflux berkerja sama dengan 21 polda terkait License Plate Recognition (LPR), yang berfungsi sebagai pembaca karakter pelat kendaraan secara otomatis. Analitik AI ini mampu membaca berbagai jenis pelat kendaraan di Indonesia dengan situasi dan kondisi di lapangan seperti hujan, kurang cahaya, hingga plat bercasing dengan akurat. "LPR diterapkan sebagai pelacakan kendaraan whitelist/blacklist, hingga penindakan kendaraan yang melanggar hukum," kata Fariz Rahman.

Di segmen traffic management, Fariz Rahman mengatakan, implementasi teknologi Nodeflux mendukung pendeteksian jumlah kendaraan di ruas jalan raya dengan menggunakan fleet detection.

Terkait smart city, Fariz Rahman mengungkapkan, analitik AI mampu mendeteksi pelat kendaraaan yang telat bayar pajak sehingga bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). "Nodeflux membantu menyajikan data untuk perhitungan arus lalu lintas, monitor parkir liar, manajemen kendaraan umum, hingga pemantauan sampah di sungai," kata Fariz Rahman.

AI analytics lain yang ditampilkan Nodeflux, adalah face recognition, atau fitur pengenalan wajah di dalam sebuah acara, area, bahkan bangunan. "Face recognition bisa dimanfaatkan penyediaan absensi berbasis otomasi melalui sejumlah wajah yang tertangkap kamera CCTV di area tertentu secara real-time," kata Fariz Rahman.

Nodeflux yang didirikan pada 2016 berhasil menjadi satu dari 24 perusahaan vision AI papan atas dunia, dan satu-satunya perusahaan Indonesia, yang tergabung dalam Metropolis Software Partner Program (NVIDIA-MSPP). Saat ini Nodeflux mengintegrasikan layanannya dengan database sekitar 180 juta penduduk Indonesia di Dukcapil untuk pertama kalinya di Indonesia. Portofolio klien dan mitra kolaboratif yang telah mempercayai Nodeflux antara lain Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), NVIDIA, Jasa Marga, HP Enterprise, IBM, Asian Games 2018, The IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018, Go-Jek.



Sumber: BeritaSatu.com