Calon Bupati Kediri Ini, Kagumi Sosok Tan Malaka
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

Calon Bupati Kediri Ini, Kagumi Sosok Tan Malaka

Jumat, 24 Juli 2020 | 19:01 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Calon Bupati Kediri, Jawa Timur, Hanindhito Himawan Pramono mengaku gemar membaca buku. Disinggung mengenai buku favoritnya, putra Sekretaris Kabinet Pramono Anung ini, menyebut karya Ibrahim Datuk Tan Malaka.

“Kalau buku yang saya baca banyak. Kebetulan favorit saya itu Tan Malaka kebetulan makam beliau di Kediri,” kata pria yang akrab disapa Dhito dalam diskusi virtual yang digelar DPP PDI Perjuangan, Jumat (24/7/2020).

Salah satu karya Tan Malaka itu yakni 'Na'ar de Republiek Indonesia'. Dhito lalu mengutip satu pernyataan Tan Malaka yang melecut semangatnya dalam berpolitik.

“Bila kaum muda yang belajar di sekolah menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali,” kata Dhito mengutip pernyataan Tan Malaka.

Dhito pun menyebut, “Artinya apa? Percuma seorang saya ini dibesarkan sebagai anak oleh seorang Pramono Anung atau saya ini mengenyam bangku sekolah hingga lulus sebagai seorang sarjana, tetapi saya merasa pintar dan tidak mau turun ke masyarakat.”

Menurut Dhito, kutipan Tan Malaka itu penting diimplementasikan bagi orang yang memiliki ilmu tinggi. “Ini yang saya dapat dari PDI Perjuangan bahwa kita harus turun ke bawah. Ibu Mega (Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri) menyampaikan bahwa mendapatkan rekom itu satu hal. Tetapi ini adalah awal dari perjuangan, maka tidak boleh leha-leha, harus turun ke bawah mendengarkan aspirasi rakyat dan menyelesaikan dengan solusi,” ujar Dhito.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PDIP Singgung Kasus Anggaran MTQ Medan

Pelaksana Tugas Wali Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) Akhyar Nasution bergabung ke Partai Demokrat.

POLITIK | 25 Juli 2020

Danang WS Berkomitmen Tingkatkan Investasi Pertanian dan Modernisasi Pemasaran

Bakal Calon Bupati Sleman Danang Wicaksana Sulistya (DWS) dari Partai Gerindra mengunjungi kebun bibit pertaniandi Kumendung, Candibinangun, Pakem, Sleman

POLITIK | 24 Juli 2020

Anggota Komisi I DPR: Prabowo Harus Hati-hati Beli Jet Tempur Bekas

Willy Aditya meminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto agar rencana membeli pesawat tempur bekas Eurofighter jenis Thypoon harus prudent atau hati-hati.

POLITIK | 24 Juli 2020

Puan: Peran Perempuan di Perpolitikan Nasional Terus Meningkat

Jumlah anggota perempuan di DPR RI pada periode 2019-2024 mencapai 21%.

POLITIK | 24 Juli 2020

Bukan Hanya Gibran yang Disudutkan karena Usia Muda, Ini Cerita Pak Kembang dari Jembrana

Calon Bupati Jembrana dari PDIP, I Made Kembang Hartawan, mengaku juga merasakan apa yang dialami Gibran

POLITIK | 24 Juli 2020

PDIP Sebut Tudingan Politik Dinasti untuk Gibran Tidak Berdasar

Menurut PDIP, masyarakat yang akan menentukan keterpilihan sosok berdasarkan kinerja, pengalaman, dan kepemimpinannya.

POLITIK | 24 Juli 2020

Gibran dan Dhito Dicibir Bakal Lawan Kotak Kosong, Ini Respons PDIP

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, bahwa sebenarnya ini menunjukkan bahwa basis legitimasi yang dimiliki Gibran dan Dhito kuat.

POLITIK | 24 Juli 2020

Bawaslu: Proses Pencoblosan di Setiap TPS Butuh Waktu 16 Jam

Waktu 16 jam berdasarkan simulasi yang dilakukan oleh Bawaslu dengan jumlah pemilih di setiap TPS mencapai 500 orang.

POLITIK | 24 Juli 2020

Rutin Jalani Tes Kesehatan, Presiden Tunggu Hasil Swab Test

Presiden Jokowi langsung menjalani swab test usai mendengar berita bahwa Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo positif Covid-19.

POLITIK | 24 Juli 2020

Ini Jawaban Gibran Soal Tuduhan Politik Dinasti

Menjawab pertanyaan diskusi di Kantor DPP PDIP, Gibran menjawab soal politik dinasti yang banyak ditanyakan kepadanya.

NASIONAL | 24 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS