PDIP Singgung Kasus Anggaran MTQ Medan
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Akhyar Nasution Gabung Partai Demokrat

PDIP Singgung Kasus Anggaran MTQ Medan

Sabtu, 25 Juli 2020 | 15:10 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) Akhyar Nasution bergabung ke Partai Demokrat (PD). Sebelumnya Akhyar juga menjabat sebagai wakil ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Sumut.

Plt Ketua DPD PDIP Sumut, Djarot Saiful Hidayat menyinggung dugaan kasus penyelewengan anggaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-53 tingkat Kota Medan pada 2020. Menurutnya, Akhyar pernah diperiksa terkait kasus itu

“Betapa bahayanya ketika MTQ saja ada dugaan disalahgunakan. Mungkin dengan bergabung ke partai tersebut yang bersangkutan ingin mencitrakan ‘katakan tidak pada korupsi’ yang pernah menjadi slogan partai tersebut,” kata Djarot dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2020).

Djarot menjelaskan PDIP telah meminta Akhyar untuk bersabar terkait pencalonannya dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwako) Medan. Hal itu merujuk adanya persoalan hukum mengenai anggaran MTQ senilai Rp4,7 miliar.

Djarot juga menyebut Akhyar tidak memiliki disiplin sekaligus haus kekuasaan. Hanya untuk menjadi calon wali kota Medan, lanjut Djarot, Akhyar memilih berpindah partai. Menurutnya, kader PDIP sejatinya harus berdisiplin dan berpolitik untuk pengabdian yang lebih besar.

Bukan untuk berburu kekuasaan politik. Djarot memastikan PDIP akan memberikan sanksi disiplin terhadap Akhyar. “Partai akan memberikan sanksi disiplin, karena anggota partai (PDIP) tidak boleh memiliki keanggotaan ganda dengan partai lain,” tegasnya.

Djarot menuturkan PDIP melakukan seleksi ketat untuk menentukan calon pemimpin daerah. Salah satu pertimbangan utamanya, ungkap Djarot, kandidat yang diusung tidak mempunyai persoalan hukum.

Khusus untuk Sumut, menurut Djarot, PDIP belajar dari kasus korupsi berjamaah mantan Gubernur Sumut yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Gatot Pujo Nugroho. Kasus ini melebar ke mana-mana. Berikutnya ada kasus korupsi mantan Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin.

Di sisi lain, Djarot mengatakan PDIP kini akan membangun dialog dengan partai koalisi pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Menurut Djarot, majunya Akhyar dalam Pilwako Medan melalui PD dan PKS, menunjukkan arah koalisi Pileg 2024.

“PDI Perjuangan membangun dialog dengan partai koalisi pendukung Pak Jokowi. Masuknya Saudara Akhyar dengan dukungan dari Demokrat dan kemungkinan dari PKS, semakin menunjukkan arah kebenaran koalisi pada Pileg 2024 yang akan datang,” ujar Djarot.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu PD Andi Arief membenarkan bahwa Akhyar telah bergabung dengan PD. “Benar. Sebulan lalu sudah menyatakan masuk Partai Demokrat,” ucap Andi Arief.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Danang WS Berkomitmen Tingkatkan Investasi Pertanian dan Modernisasi Pemasaran

Bakal Calon Bupati Sleman Danang Wicaksana Sulistya (DWS) dari Partai Gerindra mengunjungi kebun bibit pertaniandi Kumendung, Candibinangun, Pakem, Sleman

POLITIK | 24 Juli 2020

Anggota Komisi I DPR: Prabowo Harus Hati-hati Beli Jet Tempur Bekas

Willy Aditya meminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto agar rencana membeli pesawat tempur bekas Eurofighter jenis Thypoon harus prudent atau hati-hati.

POLITIK | 24 Juli 2020

Puan: Peran Perempuan di Perpolitikan Nasional Terus Meningkat

Jumlah anggota perempuan di DPR RI pada periode 2019-2024 mencapai 21%.

POLITIK | 24 Juli 2020

Bukan Hanya Gibran yang Disudutkan karena Usia Muda, Ini Cerita Pak Kembang dari Jembrana

Calon Bupati Jembrana dari PDIP, I Made Kembang Hartawan, mengaku juga merasakan apa yang dialami Gibran

POLITIK | 24 Juli 2020

PDIP Sebut Tudingan Politik Dinasti untuk Gibran Tidak Berdasar

Menurut PDIP, masyarakat yang akan menentukan keterpilihan sosok berdasarkan kinerja, pengalaman, dan kepemimpinannya.

POLITIK | 24 Juli 2020

Gibran dan Dhito Dicibir Bakal Lawan Kotak Kosong, Ini Respons PDIP

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, bahwa sebenarnya ini menunjukkan bahwa basis legitimasi yang dimiliki Gibran dan Dhito kuat.

POLITIK | 24 Juli 2020

Bawaslu: Proses Pencoblosan di Setiap TPS Butuh Waktu 16 Jam

Waktu 16 jam berdasarkan simulasi yang dilakukan oleh Bawaslu dengan jumlah pemilih di setiap TPS mencapai 500 orang.

POLITIK | 24 Juli 2020

Rutin Jalani Tes Kesehatan, Presiden Tunggu Hasil Swab Test

Presiden Jokowi langsung menjalani swab test usai mendengar berita bahwa Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo positif Covid-19.

POLITIK | 24 Juli 2020

Ini Jawaban Gibran Soal Tuduhan Politik Dinasti

Menjawab pertanyaan diskusi di Kantor DPP PDIP, Gibran menjawab soal politik dinasti yang banyak ditanyakan kepadanya.

NASIONAL | 24 Juli 2020

Majunya Gibran, Dhito, dan Kembang Bukti Keterbukaan PDIP untuk Kepemimpinan Muda

Sosok seperti Gibran, Dhito, dam Kembang, seharusnya menjadi inspirasi bagi kaum muda Indonesia agar berpolitik. Bahwa politik itu luas, tidak hanya kekuasaan.

NASIONAL | 24 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS