Mahfud Sebut Kerja TGPF Intan Jaya Sesuai Target
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

Mahfud Sebut Kerja TGPF Intan Jaya Sesuai Target

Selasa, 13 Oktober 2020 | 13:28 WIB
Oleh : Robertus Wardy / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Menko Polhukam Mahfud MD menyebut Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya, Papua telah bekerja sesuai target. Anggota TGPF telah kembali ke Jakarta pada Senin (12/10/2020) dan akan merampungkan laporan hingga 17 Oktober 2020.

“Alhamdulillah semua target pencarian fakta itu, ini dengan teror juga, bahkan pengadangan dan penembakan. Itu sudah berhasil sesuai dengan target yang dibawa dari Jakarta,” kata Mahfud dalam konferensi pers secara virtual di kantor Kemko Polhukam, Jakarta, Selasa (13/10/2020). Turut hadir Ketua TGPF Benny J Mamoto dan Wakil Ketua Sugeng Purnomo.

Mahfud menjelaskan TGPF masih menyusun kesimpulan berdasarkan data dan keterangan saksi yang diperoleh di lapangan. Tim berhasil berhasil menembus blokade yang dulu dikuasai oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Dulu aparat-aparat, pemda (pemerintah daerah) pun, tidak berhasil menemui keluarga, bahkan keluarga yang berhasil bertemu pun dulu tidak berani memberi keterangan dan seperti keterangannya itu sangat tertutup,” ungkap Mahfud.

Mahud mengatakan Tim berhasil menemui keluarga korban almarhum Pendeta Yeremia Zanambani di Hitadipa Intan Jaya yang ditembak oleh orang tidak dikenal. Keluarga korban memberi kesaksian, menjelaskan fakta-fakta, bahkan juga menandatangani persetujuan yaitu otopsi terhadap jenazah pendeta Yeremia.

Kerja tim dibantu oleh Pendeta Henok Bagau, pendeta setempat memberi pengertian-pengertian betapa pentingnya mengungkap fakta tentang peristiwa terbunuhnya Pendeta Yeremia.

“Dulu itu sulit sekali, dari awal masuk rumah sakit kita masuk, dokter-dokter kita masuk. Sekarang tim ini sudah berhasil karena tim kami memang pendekatannya lebih kultural,” tutur mantan ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Mahfud juga menyebut tim berhasil menemui saksi-saksi kunci yang menjadi data primer. Tim juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Saya ingin pastikan bahwa tim ini adalah tim yang memang pencari fakta yang objektif. Tim ini tidak bisa dikaitkan misalnya dengan kecurigaan, 'ah itu buatan pemerintah', 'itu pesanan pemerintah'. Di sini yang tergabung memang ada dari instansi pemerintah karena tugasnya, tetapi mereka punya integritas semua,” ujar Mahfud.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menko Luhut: La Nina Berpotensi Timbulkan Multibencana

BMKG telah melaporkan kepada Presiden, bahwa selama enam bulan ke depan akan ada fenomena La Nina yang akan berpengaruh pada curah hujan di Indonesia

NASIONAL | 13 Oktober 2020

Bawaslu Minta Gubernur Sumut Jamin Netralitas ASN

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara (Sumut) meminta Gubernur Sumut Edy Rahmayadi agar menjamin netralitas aparatur sipil negara (ASN).

NASIONAL | 13 Oktober 2020

Dukung Regulasi yang Tingkatkan Ekonomi, SBY: Ada Rambu-rambunya

Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendukung regulasi yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian melalui investasi.

NASIONAL | 13 Oktober 2020

SBY Harap Penunggang dan Penggerak Demo UU Ciptaker Diungkap ke Publik

Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap penunggang dan penggerak demonstrasi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) diungkap ke publik.

NASIONAL | 13 Oktober 2020

8 Aktivis KAMI Ditangkap, Polri: Terkait Demo 8 Oktober

Delapan Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang ditangkap Direktorat Siber Bareskrim Polri, terkait dengan demonstrasi pada 8 Oktober 2020.

NASIONAL | 13 Oktober 2020

Jual Sisik Tenggiling, Dua Warga Bengkulu Diamankan Polisi

Tersangka LF berperan sebagai pembeli sisik tenggiling dari RR seharga Rp 275.000. Saat melakukan transaksi kedua tersangka ditangkap polisi.

NASIONAL | 13 Oktober 2020

Tempat Isolasi Covid-19 di Balai Diklat Jambi Mulai Beroperasi

Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Jambi, Pijoan, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi yang berkapasitas 50 orang pasien sudah penuh.

NASIONAL | 13 Oktober 2020

Sekjen KLHK: Hutan Sosial untuk Lapangan Kerja dan Keadilan

UU Cipta Kerja, kata Bambang Hendroyono, merupakan wujud nyata penciptaan lapangan kerja bagi seluruh masyarakat di Indonesia.

NASIONAL | 13 Oktober 2020

Bareskrim Tangkap 8 Orang KAMI Jakarta dan Medan

Dari delapan orang pentolan KAMI sudah ada yang jadi tersangka, dan masih terus diperiksa Dit Siber Bareskrim.

NASIONAL | 13 Oktober 2020

KAMI Benarkan Jumhur Hidayat Ditangkap Bareskrim Polri

Jumhur Hidayat ditangkap di rumahnya, di Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2020).

NASIONAL | 13 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS