PBSI Terima Klarifikasi BWF Soal Poin BAMTC

PBSI Terima Klarifikasi BWF Soal Poin BAMTC
Ilustrasi bulutangkis. (Foto: Antara)
Hendro D Situmorang / JAS Selasa, 9 Juni 2020 | 14:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengaku puas dengan klarifikasi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Hal tersebut terkait poin gratis yang diberikan untuk Tiongkok dan Hong Kong pada Badminton Asia Mixed Team Championship (BAMTC) 2021.

BWF menghadiahi angka cuma-cuma kepada Tiongkok dan Hong Kong karena tidak dapat berpartisipasi di Badminton Asia Team Championship (BATC) 2020 Manila, Filipina Februari lalu. Kedua negara tersebut terkena pembatasan perjalanan karena pada Februari, pandemi Covid-19 sedang parah-parahnya. Keputusan ini sempat membuat beberapa negara mengajukan keberatan dan protes karena dianggap tidak adil.

Poin BAMTC yang didapat Tiongkok dan Hong Kong mencakup nomor ganda campuran. Sedangkan peserta BATC 2020 tidak mendapat poin dari nomor ganda campuran karena format pertandingan yang dimainkan adalah format Piala Thomas dan Uber yang hanya memainkan nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, dan ganda putri.

Dalam klarifikasinya, BWF menyatakan bahwa Tiongkok dan Hong Kong akan mendapat poin dari BAMTC 2021 tetapi tidak pada nomor ganda campuran karena nomor ini tidak dimainkan pada BATC 2020.

"Ini adalah keputusan yang adil untuk semua. Memang ini yang kami inginkan yaitu kejelasan bahwa nomor ganda campuran tidak akan dihitung. Karena negara lain juga tidak dapat poin dari ganda campuran di BATC 2020," ujar Bambang Roedyanto, Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI pada keterangan resminya, Selasa (9/6/2020).

"Setahu saya selain Indonesia, tim Malaysia juga sempat mengajukan pertanyaan serupa kepada BWF. Kami hanya ingin memastikan bahwa keputusannya adil untuk semua," tambah Rudy.

Dia mengatakan bahwa saat ini BWF juga tengah menggodok aturan tentang jumlah turnamen wajib yang harus diikuti atlet. Wabah Covid-19 membuat banyak negara peserta mengalami keterbatasan dalam pengaturan perjalanan dan lain sebagainya, maka pengaturan ulang mandatory tournament ini dipandang sebagai hal yang cukup krusial.

"BWF akan membuat aturan mengenai ini (jumlah turnamen wajib), tapi sampai saat ini masih belum ada informasi lagi, keputusan resmi akan diumumkan lebih lanjut oleh BWF, kita tunggu saja," tutur Rudy yang juga menjabat sebagai Chair of Event Committee Badminton Asia Confederation.

Berdasarkan peraturan yang dikeluarkan BWF, mereka yang berada di peringkat 15 besar di nomor tunggal dan peringkat 10 besar di nomor ganda, diwajibkan untuk mengikuti empat turnamen. Turnamen tersebut adalah BWF World Tour Finals, BWF Tour Super 1000, BWF World Tour Super 750, dan empat dari tujuh turnamen BWF World Tour Super 500.



Sumber: BeritaSatu.com