Kualitas Sirnas Bulutangkis 2020 Ditingkatkan

Kualitas Sirnas Bulutangkis 2020 Ditingkatkan
Program Director Bhakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin. (Foto: Suara Pembaruan/Alex Madji)
Alexander Madji / AMA Rabu, 5 Februari 2020 | 16:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) dan Djarum Foundation, sebagai sponsor utama turnamen bulutangkis Sirkuit Nasional (Sirnas) 2020, berkomitmen meningkatkan kualitas penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Tujuannya untuk mendapatkan kader-kader bulutangkis penerus para juara dunia saat ini.

Demikian diungkapkan Sekretaris Jenderal PB PBSI, Achmad Budiharto dan Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum Kudus Yoppy Rosimin di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

“Kita akan meningkatkan kualitas sirkuit nasional agar bisa menghasilkan kader-kader atlet bulutangkis nasional di masa mendatang,” kata Yoppy pada acara penyerahan bonus kepada para atlet PB Djarum yang berprestasi selama 2019 dan penandatanganan nota kesepahataman dengan para pengurus provinsi PBSI yang akan menjadi tuan rumah Sirnas sepanjang 2020.

Terkait kerja sama dengan para pengurus provinsi di sejumlah daerah, Yoppy menjelaskan, itu salah satu cara untuk mencari atlet bulutangkis berkualitas dari daerah-daerah lain di luar Jawa.

Kerja sama ini juga bertujuan membantu klub-klub bulutangkis di Indonesia untuk keningkatkan kualitas para atletnya.“Sehingga kelak, Indonesia memiliki stok atlet yang akan berbicara banyak di level internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Achmad Budiharto menambahkan, Sirnas 2020 akan dibagi menjadi Sirnas Premier dan Sirnas A. Totalnya, akan ada delapan Sirnas yang berlangsung sepanjang tahun ini di Jawa dan luar Jawa. “Ini dibuat untuk mendekatkan dengan para atlet di luar Pulau Jawa sehingga bisa mengikuti Sirnas,” ujarnya.

Menurut dia, kualitas Sirnas ini perlu ditingkatkan untuk mencari bibit-bibit atlet bulutangkis penerus Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan kawan-kawan. Dengan begitu, regenerasi atlet bulutangkis Indonesia tidak akan terputus.



Sumber: Suara Pembaruan