Audisi Disetop, PB Djarum: Bukan Kita Mutung

Audisi Disetop, PB Djarum: Bukan Kita Mutung
Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin (tengah) dan Direktur PT Sunlight Sport Indonesia, Hardep Singh (kedua dari kiri) memberi keterangan kepada wartawan saat memberi bonus untuk atlet muda PB Djarum di Jakarta, Kamis (14/2). ( Foto: Suara Pembaruan / Alexander Madji )
Aichi Halik / AHL Senin, 9 September 2019 | 20:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pihak Djarum Foundation akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan lagi audisi umum beasiswa bulutangkis PB Djarum pada tahun 2020.

Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan, keputusan penghentian Audisi Umum tersebut sudah melalui proses panjang, bukan karena mutung atau emosional.

"Keputusan penghentian Audisi Umum tahun 2020 itu melalui proses panjang sejak tahun 2018," kata Yoppy di Jakarta, Senin (9/9/2019).

"Jadi saya mau jelaskan bahwa bukan kita mau mutung karena ini proses panjang dimana saat terakhir rapat koordinasi tanggal 4 september 2019 sudah ada gambaran yang pasti bahwa dari pihak yang menentang audisi umum mengatakan sudah tidak ada ruang lagi. Zero tolerance itu yang membuat kita memutuskan menghentikan audisi," imbuh Yoppy.

Yoppy mengatakan, keputusan ini diambil untuk mengurangi polemik terkait penggunaan brand Djarum dalam audisi yang digelar di beberapa kota ini.

Keputusan ini merespons Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menyebut ada dugaan eksploitasi terhadap anak dalam audisi tersebut.

Menurut KPAI, anak digunakan sebagai promosi brand melalui audisi umum PB Djarum.



Sumber: BeritaSatu TV