Ganda Putra Diharapkan Sumbang Emas pada Olimpiade 2020

Ganda Putra Diharapkan Sumbang Emas pada Olimpiade 2020
Pelatih Ganda Putra, Herry Iman Pierngadi memeluk Mohammad Ahsan sementara Hendra Setiawan duduk usai Ahdan/Hendra menjuarai All England, Minggu, 10 Maret 2019. ( Foto: Badminton Indonesia )
Alexander Madji / AMA Rabu, 4 September 2019 | 16:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi berharap tradisi emas Indonesia dari cabang bulutangkis pada Olimpiade 2020 disumbang oleh sektor ganda putra. Ia akan makin senang kalau di partai puncak terjadi final sesama pemain Indonesia atau all Inodnesian final.

"Kalau terjadi final sesama Indonesia, bagus Mas. Supaya saya bisa ngopi-ngopi lagi," katanya menjawab wartawan di Jakarta, Rabu (4/9/2019) pada acara pemberian bonus untuk Mohammad Ahsan yang berhasil menjuarai turnamen kejuaraan dunia 2019 bersama Hendra Setiawan di Basel, Swiss, bulan lalu.

Menurut Herry, peluang final sesama ganda putra Indonesia pada Olimpiade tahun depan di Tokyo sangat terbuka. Sebab, hingga saat ini, peringkat satu dan dua dunia diisi oleh dua ganda putra terbaik Indonesia yakni Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Baik Marcus/Kevin maupun Hendra/Ahsan, kata Herry, sama-sama memiliki peluang untuk merebut emas pada pesta olahraga multicabang terbesar sejagat empat tahunan tersebut. Yang terpenting mereka terus menjaga konsistensi.

Selain dua pasangan ini, Indonesia masih mempunyai satu pasang lagi yang berada di jajaran 10 besar dunia yaitu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Saat ini, Fajar/Rian menduduki peringkat enam dunia. Ketiganya sama-sama berlomba mengumpulkan poin agar bisa lolos ke Tokyo. Hanya dua pasang teratas yang akan lolos ke Tokyo tahun depan.

Harapan terjadi final sesama pemain Indonesia pada Olimpiade tahun depan juga dilontarkan Vicktor Hartono, pemilik PB Djarum Kudus. Ia berharap, Ahsan bisa menyumbang emas pada Olimpiade karena satu-satunya gelar yang belum dikantongi Ahsan adalah Olimpiade.

"Sebelum berangkat ke Swiss, saya WA-an sama Ahsan. Saya bilang, target kamu adalah menyumbang medali emas pada Olimpiade karena juara dunia sudah dua kali," ujarnya pada kesempatan yang sama.

Ahsan sendiri juga memiliki ambisi untuk merebut gelar yang belum pernah dinikmatinya itu. Hanya saja, ia selalu meredam ambisi tersebut. Ia ingin menjalaninya selangkah demi selangkah. Fokusnya saat ini bersama Hendera Setiawan adalah mengumpulkan poin sebanyak-banyak untuk bisa lolos ke Tokyo tahun depan.

Setelah berhasil lolos ke Tokyo baru memikirkan peluang untuk merebut medali emas. Itu pun, mereka harus menghadapinya per pertandingan. Pasangan Hendra/Ahsan ditargetkan meraih emas pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 silam, tetapi gagal. Medali emas untuk Indonesia disumbangkan pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.



Sumber: Suara Pembaruan