Ahsan/Hendra Incar Emas di Olimpiade 2020

Ahsan/Hendra Incar Emas di Olimpiade 2020
Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menerima bonus dari Menpora Imam Nahrawi atas prestasi mereka menjadi kampiun di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 di Basel, Swiss. ( Foto: ANTARA FOTO / Hendro D Situmorang )
Hendro D Situmorang / JAS Rabu, 28 Agustus 2019 | 22:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan memiliki misi selanjutnya yakni meraih medali emas di ajang Olimpiade Tokyo 2020, usai menjadi juara dunia 2019. Mereka ingin meneruskan tradisi medali emas dan tak berhenti di Kejuaraan Dunia yang digelar di Basel, Swiss, beberapa waktu lalu.

"Tahun depan ada Olimpiade dan kami berharap semoga bisa memberikan emas di sana dari cabor bulutangkis," kata Ahsan usai menerima bonus dari Menpora atas capaiannya meraih medali emas Kejuaraan Dunia di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

"Memang persiapan masih lama dan ini jadi kesempatan bagi kami berdua untuk mengumpulkan poin menuju olimpiade. Kami berharap bisa mempertahankan peringkat. Yang penting lolos dulu ke Olimpiade, baru targetkan hasil," sambung Hendra yang berharap masih bisa berjuang bersama Ahsan untuk menuju pesta olahraga terbesar dunia itu.

Keduanya sempat berpisah setelah gagal total di Olimpiade 2016 di Rio de Jainero, Brasil dan akhirnya mereka dipersatukan kembali oleh PBSI. Sebelum ke Olimpiade, Hendra/Ahsan mengaku tetap harus fokus ke turnamen-turnamen terdekat seperti Tiongkok Terbuka 2019 dan Korea Terbuka 2019.

Menpora Imam Nahrawi pun mendukung langkah Hendra/Ahsan. Ia berharap setelah ini para pemain akan langsung mengikuti berbagai macam pertandingan untuk lolos ke olimpiade. Kalau tahun 2016 Indonesia hanya meraih satu medali emas dari ganda campuran (Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir), Imam ingin ganda putra juga bisa meraih emas di Olimpiade 2020.

"Saya berharap agar para peraih medali di kejuaraan dunia bisa mempertahankan konsistensi penampilan mereka dan merebut tiket dan memberikan medali di olimpiade tahun depan di Tokyo, Jepang. Saya juga mengucapkan selamat berjuang kepada para pebulutangkis yang akan berlaga di Taiwan Terbuka 2019 dan Tiongkok Terbuka 2019," ucap Menpora.

Diguyur Bonus
Pasangan peraih medali emas Hendra/Ahsan diguyur bonus masing-masing Rp 240 juta. Peraih medali perunggu ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mendapat bonus Rp 48 juta, begitu juga peraih perunggu ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Kerja keras para pelatih pun diapresiasi Menpora. Kepala pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi dan asisten pelatih ganda, Putra Aryono Miranat mendapat bonus sebesar Rp 120 juta untuk raihan medali emas, ditambah Rp 24 juta untuk medali perunggu. Sedangkan kepala pelatih ganda putri, Eng Hian mendapat bonus sebesar Rp 24 juta.

Pasangan berjuluk The Daddies saat ini berstatus non-pelatnas. Mereka mengaku mengeluarkan biaya sendiri ketika tampil di event internasional. Namun, Menpora Imam Nahrawi menyebut ini jadi kesempatan pihak swasta untuk mendukung Ahsan/Hendra dalam mengarungi turnamen di luar negeri. Ia juga meminta Ahsan/Hendra tak khawatir mengenai pembiayaan karena ketika masuk skuat Olimpiade, seluruh akomodasi akan ditanggung Kontingen Merah Putih.

"Saya kira kesempatan emas bagi sponsor untuk memberikan dukungan terbaiknya kepada Hendra dan Ahsan. Namun nanti saat masuk skuat Olimpiade akan masuk pelatnas, itu otomatis," kata Menpora.

Pemerintah pun berterima kasih atas pencapaian luar biasa ini. Prestasi ini juga berarti banyak hal. Pertama, tentunya ini menjadi pekerjaan rumah bagi tim bulutangkis Indonesia. PR-nya adalah bagaimana mempertahankan prestasi tersebut dan menjadi evaluasi bersama seluruh tim bulutangkis Indonesia.

“Terima kasih buat bulutangkis. Cabor sepakbola harus meniru semangat dan perjuangan para atlet bulutangkis. Saya mau ajak cabang olahraga lain juga untuk memacu prestasi. Jangan pernah berhenti untuk memberi kado buat Ibu Pertiwi,” tutup Menpora.



Sumber: Suara Pembaruan