Butet: Ganda Campuran Indonesia Harus Kerja Keras

Butet: Ganda Campuran Indonesia Harus Kerja Keras
Liliyana Natsir alias Butet saat diwawancara wartawan di Jakarta, Senin (21/1) setelah jumpa pers Indonesia Masters 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Alexander Madji )
Alexander Madji / AMA Sabtu, 24 Agustus 2019 | 19:08 WIB

Kudus, Beritasatu.com - Ganda campuran Indonesia masih harus bekerja keras untuk bisa bersaing dengan ganda campuran Tiongkok dan Jepang dalam berbagai kejuaran, termasuk pada Olimpiade di Tokyo tahun depan.

Hal itu dikatakan mantan pemain ganda campuran terbaik Indonesia yang juga peraih emas Olimpaide Rio de Janeiro 2016, Liliyana Natsir di Kudus, Sabtu (24/8/2019) sore, setelah jumpa pers menjelang lomba lari Tiket.com Kudus Relay Marathon 2019.

"Persaingan ganda campuran memang sangat ketat. Peringkat satu dan dua dunia dikuasai Tiongkok. Sebenarnya, kita masih bisa bersaing, tetapi butuh kerja keras," kata Butet, sapaan Liliyana Natsir, menjawab pertanyaan tentang kegagalan sektor ganda campuran yang hanya bisa lolos hingga babak ketiga Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 di Basel Swiss.

Hanya dua pasang ganda campuran Indonesia yang tembus hingga babak ketiga yaitu pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaivianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Namun, mereka kalah dari lawan-lawannya.

Menurut Butet, dua pasang ganda campuran Indonesia itu memiliki masa depan yang baik. Asal, mereka mau bekerja lebih keras lagi dan tidak gampang menyerah dari lawan serta lebih tenang, terutama saat poin-poin kritis. Sebab, kata dia, pasangan Hafiz/Gloria, terbukti bisa mengalahkan pasangan nomor satu dunia di Jepang Terbuka beberapa pekan lalu.

Saat ditanya tentang peluang ganda campuran menyumbang medali pada Olimpiade Tokyo tahun depan, Butet enggan berkomentar banyak. Bagi dia yang terpenting adalah persiapan menuju ke sana harus berjalan bagus dan matang. Sebab, apa pun bisa terjadi dan waktu persiapannya semakin mepet.

"Misalnya, kami pada Olimpiade 2016. Kami (bersama Tontowi Ahmad) tidak dijagokan meraih emas. Akhirnya kami bisa. Begitu juga di sektor ganda putra. Semua kemungkinan bisa terjadi," ujarnya lebih jauh.



Sumber: Suara Pembaruan