Tottenham Hotspur Pinjam 175 Juta Pound ke Bank of England

Tottenham Hotspur Pinjam 175 Juta Pound ke Bank of England
Manajer Tottenham Hotspur Jose Mourinho (kanan) ikut merayakan gol yang dicetak Son Heung Min ke gawang Manchester City dalam laga Premier League, Minggu, 2 Februari 2020. (Foto: AFP)
Alexander Madji / AMA Jumat, 5 Juni 2020 | 14:02 WIB

London, Beritasatu.com - Dampak pandemi virus corona terhadap keuangan Tottenham Hotspur cukup besar. Akibatnya, mereka harus meminjam ke Pemerintah Inggris sebesar 175 juta pound untuk mengatasi persoalan keuangan yang sedang dihadapi klub asal London Utara tersebut.

Hal itu dibenarkan baik oleh Spurs maupun Bank of England pada Kamis (4/6/2020). Spurs sepakat menerima fasilitas pendanaan perusahaan dari pemerintah karena Covid-19 atau yang disebut CCFF.

Proposal pinjaman Spurs diterima setelah memenuhi syarat yang sangat ketat. Mereka pun harus mengembalikan pinjaman ini secara penuh sebelum April 2021 dengan bungan 0,5%.

"Uang ini tidak akan dipakai untuk membeli pemain. Sebaliknya, pinjaman ini dimaksudkan agar fleksibilitas finansial klub tetap terjaga dan menambah modal. Selain itu pinjaman ini untuk membayar utang pembangunan stadion baru senilai satu milir pound," demikian pernyataan resmi klub sebagaimana dikutip dari ESPN.

Seharusnya, sejumlah acara digelar stadion ini pada musim panas 2020 seperti pertarungan NFL kelas berat antara Anthony Joshua melawan Kubrat Pulev dan sejumlah konser. Namunya semuanya batal guna menghindari penyebaran virus corona. Dengan demikian, Spurs potensial kehilangan pendapatan hingga 200 juta pound selama tahun depan.

"Kami selalu mengatakan bahwa kami menjalankan klub ini dengan basis komersial. Pada 18 Maret, saya sudah sampaikan, selama 20 tahun berada di klub ini, kami beberapa kali menghadapi situasi sulit, tetapi belum pernah mengalamai situasi tersulit seperti saat ini. Pandemi Covid-19 sudah merusak segalanya," kata Presiden Tottenham Hotspur, Daniel Levy.

Ia melanjutkan, "Sudah menjadi sebuah keharusan bahwa kami semua harus bekerja bersama, para ilmuwan, ahli teknologi, pemerintah, dan sektor-sektor harian untuk menemukan jalan terbaik guna mengembalikan para penonton ke dunia olahraga dan panggung-panggung hiburan. Secara kolektif, kami memiliki kemampuan untuk mendukung perekembangan teknologi baru guna mewujudkan berbagai acara yang sudah dirancang."