Tolak Pemotongan Gaji, Bintang Premier League Pilih Berikan Uang ke Departemen Kesehatan

Tolak Pemotongan Gaji, Bintang Premier League Pilih Berikan Uang ke Departemen Kesehatan
Selebrasi penyerang Liverpool Mohamed Salah (kanan) bersama Alex Oxlade-Chamberlain (kiri). (Foto: AFP / Geoff Caddick )
Yudo Dahono / YUD Minggu, 5 April 2020 | 17:44 WIB

London, Beritasatu.com - Para pemain bintang Premier League Inggris menolak pemotogan gaji yang ditawarkan operator liga serta pemilik klub. Pemotongan gaji hingga 30 persen tersebut diajukan Premier League serta para pemilik klub terkait pandemi virus corona (Covid-19).

Baca juga: Premier League Minta Gaji Pemain Dipotong Gaji 30%

Penolakan para bintang Premier League melalui asosiasi pemain (PFA) itu terjadi karena mereka tak ingin pajak yang didapatkan Departemen Kesehatan (NHS) melalui gaji mereka justru menguntungkan para pemilik klub. Departemen Kesehatan justru berpotensi kehilangan dana lebih dari £200 juta yang didapatkan dari pajak apabila gaji para pemain bintang dipotong sebesar 30 persen selama periode 12 bulan.

Baca juga: Cegah Pandemi Corona, Bintang Premier League Galang Dana Lewat #FootballUnited

"Kami lebih memilih memberikan uang kami kepada NHS (Departemen Kesehatan) daripada membantu para pemilik klub (yang sudah) kaya," demikian pernyataan PFA, seperti dikutip dari The Sun, Minggu (5/4/2020).

Baca juga: Pandemi Corona, Premier League Bakal Dilanjutkan

Menurut PFA, pemotongan gaji besar-besaran pada akhirnya menghancurkan pelayanan kesehatan masyarakat yang tengah berjuang keras melawan pandemi virus corona. Saat berita ini ditulis, Minggu (5/4/2020), Inggris mencatatkan 41.903 kasus positif corona, dengan korban meninggal 4.313 orang.

"Proposal pengurangan gaji 30 persen selama periode 12 bulan setara dengan pemotongan gaji sebesar £500 dan kehilangan kontribusi pajak lebih dari £200 juta kepada pemerintah. Apa yang memengaruhi hilangnya kontribusi pendapatan kepada pemerintah ini kepada Departemen Kesehatan? Apa ini telah dipertimbangkan pada proposal Premier League dan apakah Menteri Kesehatan Matt Hancock telah memerhitungkan hal ini saat meminta para pemain untuk dipotong gajinya?" tanya PFA.



Sumber: The Sun