Diduga Lakukan Penganiayaan, Saddil Ramdani Terancam Dipecat

Diduga Lakukan Penganiayaan, Saddil Ramdani Terancam Dipecat
Pemain timnas Indonesia Saddil Ramdani saat diperkenalkan sebagai rekrutan anyar Bhayangkara FC, Sabtu (8/2/2020). (Foto: Antara / Asep Firmansyah)
/ YUD Sabtu, 4 April 2020 | 18:29 WIB

Kendari, Beritasatu.com - Saddil Ramdani terancam dipecat oleh Bhayangkara FC karena diduga melakukan penganiayaan saat berada di Kendari, Sulawesi Tenggara. 

Menurut laporan Polres Kendari, Saddil telah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman penjara selama tujuh tahun. Meski telah dinaikkan statusnya menjadi tersangka, Saddil tidak ditahan pihak kepolisian.

Baca juga: Squad Bhayangkara FC Jalani Pemeriksaan Virus Corona

Dalam kontrak antara pemain dan manajemen Bhayangkara FC pasal 12 poin 2.a tertulis pemain yang terjerat hukum pidana bisa langsung dipecat. Meski begitu, manajemen tengah menunggu proses dari pihak berwajib.

"Kami tunggu proses penyelidikan pihak berwajib. Setelah itu, kami akan membahasnya dalam rapat manajemen," ujar manajer Bhayangkara FC I Nyoman Yogi Hermawan beberapa waktu lalu.

Baca juga: Liga 1 Ditunda, Bhayangkara FC Lakukan Latihan di Batu

Di sisi lain, Saddil dalam unggahan Instagram pribadinya menulis bahwa ia akan tetap bekerja dan tak memerdulikan ucapan orang-orang. Ia pun akan mempertahankan harkat dan martabat keluarga.

Tak jelas apa yang dimaksudkan Saddil dalam unggahannya. Namun dari kasus yang tengah dihadapinya, kemungkinan unggahan itu berkaitan dengan apa yang tengah dialami Saddil.

Baca juga: Jelang Lawan Persija, Bhayangkara FC Perbaiki Kelemahan

"Tetap melangkah dan semangat untuk bekerja tidak peduli dengan orang-orang yang telah mereka ucapkan terhadapmu. Karena sesungguhnya mereka tidak mengerti dan tidak tahu apa yang telah terjadi,"

"Ingat harga diri keluarga lebih penting dari apa yang dicapai. Sekarang bahkan tidak ada apa-apanya. Kamu sebagai laki-laki wajib untuk mempertaruhkan dan mempertahankan harkat dan martabat keluargamu. #imstrong," tulis Saddil.



Sumber: ANTARA