Atmosfer Bobotoh Jadi Alasan Geoffrey Castillion ke Persib

Atmosfer Bobotoh Jadi Alasan Geoffrey Castillion ke Persib
Geoffrey Castillion (kanan). (Foto: ANTARA)
/ JAS Jumat, 31 Januari 2020 | 05:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemain asal Belanda, Geoffrey Castillion, mengungkapkan salah satu alasannya mencoba peruntungan di Persib Bandung karena atmosfer Bobotoh, sebutan pendukung Maung Bandung, yang dikenal loyal dalam mendukung tim kesayangannya.

"Saya lihat fan di Bandung begitu mencintai dan menggilai sepak bola. Akan sangat menyenangkan jika bisa merasakan atmosfer seperti itu," ujar Castillion seperti dilansir di laman resmi klub, Kamis (30/1/2020).

Jika Persib resmi meminangnya, akan menjadi pengalaman pertama pemain jebolan akademi Ajax itu tampil di Asia Tenggara. Selama berkarier di dunia sepak bola, Castillion malang-melintang di sejumlah klub di benua Eropa. Tim terakhir yang ia bela yakni Fylkir Reykjavík, tim asal Islandia.

Datang ke Indonesia, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Castillion. Meskipun saat ini nasibnya belum diputuskan dan masih dalam pemantauan pelatih Robert Alberts.

"Sepakbola di sini tentunya sangat menarik. Pengalaman di Asia adalah hal yang ingin saya rasakan. Sebelumnya saya memang tidak tahu soal sepakbola di Asia Tenggara khususnya," katanya.

Namun, tantangan bukan menyoal adaptasi dengan iklim persepakbolaan di Indonesia saja, ia harus bisa memenuhi harapan Bobotoh sebagai penyerang haus gol. Dengan begitu bayang-bayang Ezechiel N'Douassel tak lagi dalam pikiran publik Bandung.

Pemain berusia 28 tahun itu sudah mulai mengikuti sesi latihan di Lembang, Kabupaten Bandung. Ia akan disiapkan Robert Alberts ketika menjamu tim asal Malaysia, Melaka United, dalam laga persahabatan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Sabtu ini.

"Tentunya, senang bisa ikut berlatih setelah pelatih memberi saya waktu untuk rehat karena perjalanan yang panjang. Tapi besok (Jumat) adalah latihan perdana saya yang sesungguhnya di lapangan dengan bola," kata dia.



Sumber: ANTARA