Daniel Alves Sebut Paris Kota yang Stres dan Rasis

Daniel Alves Sebut Paris Kota yang Stres dan Rasis
Dani Alves ( Foto: AFP )
Alexander Madji / AMA Kamis, 17 Oktober 2019 | 11:43 WIB

Paris, Beritasatu.com - Mantan bek kanan Paris Saint-Germain (PSG) Daniel Alves mengungkapkan rahasianya pergi dari Parc des Princes pada jendela transfer musim panas 2019 dan bergabung dengan klub elite Brasil, Sao Paolo. Ia menyebut, tinggal di Paris bikin stres.

"Paris adalah kota yang penuh stres. Saya sangat tidak suka tinggal di kota seperti itu. Kota itu hanya cocok untuk wisata selama sepekan, dan itu pasti akan sangat berkesan seumur hidup. Lebih dari itu, Anda stres," kata Alves kepada GQ sebagaimana dikutip ESPNFC.com.

Paris, sebut Daniel Alves, juga adalah kota yang sangat rasis. "Kondisi Paris mengingkatkan saya pada Sao Paolo, tetapi Paris jauh lebih parah dalam hal pelecehan ras. Saya memang tidak mendapat perlakuan tidak mengenakkan seperti itu, tetapi banyak teman saya mendapat pelecehan ras," katanya.

Alves tinggal di PSG selama dua musim dan berhasil menjuarai dua Ligue 1, satu Piala Prancis, dan satu Piala Liga. Sebelum bergabung dengan PSG, ia membela Juventus selama satu musim. Sebelum itu, ia lama membela Barcelona. Sebelum berlabun di Camp Nou, Alves membela Sevilla.

Sekarang, pemain 36 tahun itu membela tim besar Brasil, Sao Paolo yang bermarkas di Kota Sao Paolo, Brasil.



Sumber: Suara Pembaruan