Tanpa Fellaini, MU Lebih Buruk

Tanpa Fellaini, MU Lebih Buruk
Marouane Fellaini. ( Foto: AFP )
Zumrotul Muslimin / ZTM Kamis, 10 Oktober 2019 | 19:40 WIB

Manchester, Beritasatu.com - Bagi banyak manajer Manchester United, Marouane Fellaini adalah pilihan terakhir saat mereka sedang membutuhkan gol. Dan kepergiannya bisa jadi membuat Setan Merah seperti ini.

Fellaini memang bukan idola penggemar United. Dia selalu menjadi kambing hitam ketika tim mengalami kekalahan. Suara-suara agar pemain asal Belgia itu dijual terus menggema hampir setiap bursa transfer dibuka.

Pemain berambut kribo ini pertama kali menjadi perhatian ketika mencetak gol kemenangan Everton atas MU pada laga pembuka Liga Inggris 2012-13. Sir Alex Ferguson pun tak sungkan-sungkan memberi pujian kepada Fellaini.

Saat David Moyes ditunjuk menggantikan Sir Alex pada 2013, Fellaini ikut dibawa ke Old Trafford. Kesepakatan terjadi di detik-detik penutupan bursa. Meski gagal mengambil hati pendukung, Moyes selalu membelanya.

Kelebihan Fellaini berhasil dilihat pengganti Moyes yakni Louis van Gaal dan Jose Mourinho. Fellaini selalu diturunkan pada menit-menit akhir pertandingan ketika semua serangan mengalami kebuntuan.

Gol-gol penting yang dicetak Fellaini antara lain saat melawan Tottenham dan Manchester City. Dia juga mencetak gol kemenangan di menit-menit terakhir melawan Arsenal di semifinal Liga Europa.

Sihir Fellaini juga terjadi pada menit akhir ketika United melawan Young Boys di Liga Champions pada November 2018. Gol Fellaini membuat MU memetik tiga poin.

Meski demikian, Fellaini masih jadi bahan ejekan fan hingga akhirnya Solskjaer menjualnya pada Januari 2019. Namun kini United seperti kehilangan pemain yang bisa mencetak gol di menit-menit akhir.

Berdasarkan statistik, MU lebih banyak menang saat ada Fellaini. Dari 35 pertandingan sejak ditinggal Fellaini, MU hanya menang 14 kali. Kalau dipersentase sebesar 40 persen. Sebaliknya saat ada Fellaini, persentase kemenangan United sebesar 54 persen.

Apa pun pendapat pendukung United tentang Fellaini, klub sekarang kekurangan gelandang bermental pejuang. Kini fan United harus membayar perlakuan mereka terhadap Fellaini. Tanpa Fellaini, MU lebih buruk.

Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer mengalami masa suram di awal musim ini. Kekalahan dari Newcastle pada akhir pekan lalu membuat United duduk di posisi 12 klasemen, hanya dua poin di atas zona degradasi.



Sumber: The Sun