Ketua KONI: Peserta KLB PSSI Jangan Kecewakan Pencinta Sepakbola

Ketua KONI: Peserta KLB PSSI Jangan Kecewakan Pencinta Sepakbola
Marciano Norman memberikan pernyataan usai terpilih menjadi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat periode 2019-2023. ( Foto: Suara Pembaruan/Hendro Situmorang )
/ JAS Sabtu, 27 Juli 2019 | 21:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Marciano Norman berpesan kepada seluruh peserta Kongres Luas Biasa (KLB) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) agar tidak mengecewakan masyarakat pecinta sepakbola.

"Jangan kecewakan harapan masyarakat yang begitu besar mencintai sepakbola. Saudara harus bisa meningkatkan kualitas sepakbola, saudara harus menempatkan rakyat Indonesia bangga pada PSSI," kata Marciano dalam pidato pembukaan KLB PSSI di Hotel Mercure Jakarta, Sabtu (27/7/2019) malam.

Marciano mengatakan masyarakat sangat mendambakan PSSI mampu membawa kehormatan bangsa dan negara di mana pun mereka bertanding.

"Di samping sebagai Ketua KONI Pusat periode 2019-2023, saya juga penggemar sepakbola Indonesia. Kami bangga pada semangat juang mereka," katanya.

Dia berharap Pelaksana tugas (PLT) Ketua Umum PSSI beserta jajarannya dapat memimpin pelaksanaan rapat kongres dengan para pejabat terkait untuk merumuskan statuta PSSI yang sangat penting.

"Saya harapkan bisa melakukan kongres ini dengan sebaik-baiknya," katanya.

KLB PSSI digelar secara tertutup di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, tepat pukul 19.30 WIB dengan dihadiri oleh puluhan voter PSSI dari perwakilan 34 Asosiasi Provinsi, perwakilan 18 klub Divisi Liga 1, perwakilan dari 16 klub Liga 2, perwakilan 16 klub Liga 3, serta perwakilan dari asosiasi futsal dan sepakbola wanita.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Federasi Sepakbola Dunia (FIFA).

Terdapat tiga agenda utama dari kongres tersebut yang berkaitan dengan agenda pemilihan Komite Eksekutif (exco) pada Januari 2020, yakni pengesahan status PSSI, pengesahan revisi kode pemilihan PSSI, dan memilih anggota baru Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan.



Sumber: ANTARA