Kadin: Peralihan Transaksi Ekonomi dari Singapura ke RI Sulit Diciptakan

Kadin: Peralihan Transaksi Ekonomi dari Singapura ke RI Sulit Diciptakan
Ilustrasi ekspor. (Foto: Antara)
Lona Olavia / WBP Selasa, 14 Juli 2020 | 19:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, resesi Singapura terjadi karena turunnya kinerja dan kontribusi ekonomi di sektor konstruksi, ritel dan pariwisata. Sektor ini lebih berorientasi pada domestik di mana pelaku usaha dan pasar pengguna jasanya ada di dalam negeri, sehingga sulit dialihkan ke pasar Indonesia.

“Penurunan kontribusi sektor jasa pariwisata Singapura tidak bisa dialihkan ke Indonesia karena pasar pariwisata global sedang turun drastis, dan Indonesia pun menempatkan travel restriction yang kurang lebih sama dengan Singapura, jadi tidak ada juga transaksi perdagangan jasa pariwisata atau investasi yang bisa dialihkan ke Indonesia dari Singapura selama resesi ini,” ujarnya, Selasa (14/7/2020).

Kedua, peralihan transaksi dagang dan investasi dari Singapura pada dasarnya bisa terjadi bila jasa serupa di Indonesia lebih efisien atau lebih kompetitif. Selain itu, iklim usaha di Singapura secara keseluruhan terganggu dibanding iklim usaha di Indonesia. Ditambah, market atau pengguna jasa itu sendiri meningkat sebelum circuit breaker policy atau kebijakan pembatasan pergerakan orang di Singapura karena Covid-19 berakhir.

Ketiga, kondisi ini tidak terjadi secara otomatis hanya karena Singapura mengalami technical recession. Karena itu, sangat sulit menciptakan peralihan transaksi ekonomi baik dagang maupun investasi dari Singapura ke Indonesia meskipun Singapura dalam kondisi resesi.

Keempat, Singapura berfungsi sebagai katalisator atau hub perdagangan dan investasi Indonesia. Banyak ekspor-impor Indonesia yang difasilitasi efisiensi supply chain-nya oleh jasa perdagangan, logistik dan jasa keuangan Singapura. Bahkan hingga akhir 2019, Singapura masih merupakan negara tujuan ekspor terbesar ke-4 Indonesia di seluruh dunia dan negara tujuan ekspor terbesar Indonesia di ASEAN. Singapura juga merupakan sumber aliran modal asing (foreign direct investment/FDI terbesar Indonesia hingga kuartal I-2020.

Baca juga: Indef: Resesi Singapura Peringatan bagi Indonesia

“Justru karena technical recession di Singapura, Indonesia perlu khawatir ekspor dan inbound investasi asal Singapura di Indonesia ikut tertekan karena daya beli masyarakat Singapura menurun dan kinerja sektor jasa penting pendukung perdagangan dan aliran dana investasi ke Indonesia di Singapura menjadi kurang produktif,” ungkap dia.

Lebih lanjut, kata Shinta, kalau Indonesia mau memanfaatkan momentum technical recession Singapura untuk mengalihkan aliran investasi dan perdagangannya ke Tanah Air, maka Indonesia perlu meningkatkan daya saing iklim investasi nasional menjadi lebih predictable dan stabil. “Kalau tidak, kondisi ini tidak akan pernah menjadi menguntungkan untuk Indonesia,” tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com