Survei BI: Penjualan Eceran Mei 2020 Alami Penurunan

Survei BI: Penjualan Eceran Mei 2020 Alami Penurunan
Pembeli memilah bawang putih di Giant Ekstra CBD Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (10/5/19). Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) bawang putih Honan/Sico curah di ritel modern sebesar Rp35.000/kg, sedangkan bawang putih Kating dijual dengan harga Rp40.000/kg. (Foto: beritasatu / defrizal)
Herman / FER Rabu, 8 Juli 2020 | 20:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) merilis Survei Penjualan Eceran pada Mei 2020 yang menjukkan adanya penurunan penjualan. Indeks Penjualan Riil (IPR) turun sebesar 20,6 persen (yoy) pada Mei 2020, lebih dalam dibandingkan dengan penurunan sebesar 16,9 persen (yoy) pada April 2020.

Baca Juga: Juni, Cadangan Devisa Naik Jadi US$ 131,7 Miliar

"Penurunan penjualan bersumber dari kontraksi penjualan di seluruh kelompok komoditas yang dipantau. Penurunan terdalam pada subkelompok sandang serta kelompok barang budaya dan rekreasi,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko, dalam keterangan resminya, Rabu (8/6/2020).

BI memperkirakan kinerja penjualan eceran sedikit membaik pada Juni 2020, meskipun masih dalam fase kontraksi. Hal ini tercermin dari prakiraan pertumbuhan IPR sebesar -14,4 persen (yoy) Juni 2020, tidak sedalam kontraksi penjualan pada bulan sebelumnya.

Baca Juga: Restrukturisasi Kredit Masih Bisa Didanai Perbankan

"Perbaikan kinerja penjualan eceran terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau dan bahan bakar bendaraan bermotor," jelas Onny.

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada 3 dan 6 bulan mendatang (Agustus dan November 2020) diprakirakan menurun. Menurunnya tekanan harga tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 dan 6 bulan mendatang (Agustus dan November 2020) masing-masing sebesar 138,6 dan 142,5, lebih rendah dibandingkan dengan 162,4 dan 146,4 pada Juli dan Oktober 2020.

Baca Juga: BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2020 Berkisar 0,9 - 1,9%

"Hal tersebut disebabkan responden cenderung masih menjaga harga jual untuk mempertahankan level permintaan," tambah Onny.



Sumber: BeritaSatu.com