Garuda Indonesia Fokus Gaet Wisatawan Nusantara

Garuda Indonesia Fokus Gaet Wisatawan Nusantara
Pesawat Garuda Indonesia di bandara Adisucipto, Yogyakarta, Sabtu (5/10/2019) (Foto: Beritasatu Photo/Uthan)
Thresa Sandra Desfika / FER Selasa, 7 Juli 2020 | 17:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Garuda Indonesia akan fokus menggaet wisatawan nusantara (Wisnus) di tengah penurunan tren kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca Juga: Garuda Belum Berencana Naikkan Tarif

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menjelaskan, jumlah wisman turun sangat drastis karena pandemi Covid-19, yakni turun 87 persen pada April 2020 dan lebih dari dari 90 persen pada Mei 2020.

Irfan menyebutkan, ada lima negara pada 2019 yang merupakan pengunjung terbesar ke Indonesia. Tetapi, sayangnya, lima negara tersebut melakukan pembatasan untuk bepergian.

"Seperti Australia melarang warganya ke luar negeri sampai akhir tahun," jelas Irfan dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi X DPR di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Baca Juga: Garuda Harap Dana Talangan Rp 8,5 T Cepat Cair

Irfan menuturkan, sebagai maskapai kebanggan nasional, Garuda Indonesia akan fokus untuk menyerap wisatawan nusantara. Salah satu upaya untuk mendorong kenaikan wisatawan nusantara adalah dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, baik ketika sebelum, di dalam, dan saat keluar pesawat.

"Ini penting untuk meningkatkan confidence masyarakat untuk bepergian. Kita fokus ke physical distancing meski dari sisi operasi dan pendapatan berpengaruh. Tapi lebih penting lagi bagi kami memastikan publik yakin untuk terbang lagi sehingga recovery dari industri berlangsung lebih cepat dan wisatawan bisa makin meningkat," sebut Irfan.

Lebih lanjut, Irfan memaparkan, Garuda Indonesia akan bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk memberikan lebih banyak relaksasi untuk masuk ke daerah mereka masing-masing, seperti dengan pemerintah provinsi (Pemprov) Bali.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Garuda Grounded 70% Pesawat

"Sebelum Covid-19 terjadi kami punya 16 penerbangan Jakarta-Denpasar. Hari ini hanya 1 dan hanya tinggal 15-20 penumpang saja ini karena pemerintah daerah di Bali membatasi untuk khusus penumpang yang punya PCR untuk perjalanan menggunakan pesawat," sebut Irfan.



Sumber: BeritaSatu.com