Ekspor Produk Kaca ke Filipina Berpotensi Meningkat
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Ekspor Produk Kaca ke Filipina Berpotensi Meningkat

Senin, 6 Juli 2020 | 19:52 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia kini sudah terbebas dari pengenaan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) oleh Filipina untuk produk kaca (clear and tinted float glass). Hal ini menyusul keputusan Komisi Tarif Filipina untuk menghentikan penyelidikan safe guard atas produk kaca tanpa pengenaan bea masuk kepada semua negara, termasuk Indonesia.

Baca Juga: IA-CEPA Momentum Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto menyampaikan, hal ini diyakini akan semakin membuka peluang ekspor produk tersebut ke Filipina. Produk kaca yang terbebas dari pengenaan BMTP ada dalam kelompok pos tarif/HS code 7005.29.90 (clear float glass), 7005.21.90 (tinted float glass), dan 7005.10.90 (reflective float glass).

"Kabar gembira ini diyakini mampu mengembalikan gairah industri kaca Indonesia di pasar ekspor Filipina setelah terancam dikenakan BMTP. Peluang ekspor produk tersebut ke Filipina kembali terbuka lebar,” kata Agus Suparmanto dalam keterangan resmi yang diterima Beritasatu.com, Senin (6/7/2020).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor produk kaca Indonesia ke Filipina yang diselidiki adalah sekitar US$ 635.000 pada 2019. Nilai tersebut meningkat dibandingkan 2018 yang tercatat sekitar US$ 405.000. Namun, akibat penyelidikan safeguard ini, kinerja ekspor produk kaca cukup terpengaruh pada 2020.

Baca Juga: Barata Perluas Pasar Ekspor ke Tiga Negara

Selama periode Januari–April 2020, Indonesia membukukan nilai ekspor sekitar US$ 270.000. Bahkan, produk tinted float glass dan reflective float glass mengalami penurunan rata-rata hingga 79 persendari periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan kualitas yang sangat bersaing, produk kaca asal Indonesia sebelumnya dianggap memiliki potensi mengganggu kinerja industri kaca dalam negeri Filipina.

"Keputusan pembebasan BMTP akhirnya diambil karena otoritas Filipina tidak dapat membuktikan impor produk kaca menyebabkan kerugian serius atau ancaman kerugian terhadap industri serupa di dalam negeri mereka. Keputusan ini tentunya akan mendorong kembali kinerja ekspor produk kaca Indonesia ke Filipina,” ujar Mendag Agus.

Baca Juga: UMKM Binaan Kemdag Ekspor Produk Alas Kaki ke Singapura

Penyelidikan kasus ini dilakukan Departemen Perdagangan dan Industri serta Komisi Tarif Filipina sejak Februari 2019. Hal tersebut sesuai dengan WTO Agreement on Safeguards yang mengatur bahwa setiap negara anggota diperbolehkan menerapkan bea masuk tambahan terhadap produk impor apabila ditemukan lonjakan impor yang menyebabkan kerugian atau ancaman kerugian bagi industri serupa di dalam negeri.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemerintah dan BI Sepakat Berbagi Beban Biaya Penanganan Covid-19

Menkeu menyatakan, skema burden sharing didasarkan pada kelompok penggunaan pembiayaan.

EKONOMI | 6 Juli 2020

KAI Harap Kemhub Relaksasi Batas Isian KRL

Penambahan batas maksimal isian KRL ditaksir bisa mengurangi antrean di stasiun.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Pandemi Covid-19, Martina Berto Ubah Strategi Penjualan

Martina Berto akan menggenjot penjualan hand sanitizer di semester kedua 2020.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Rencana Merger Perbankan Syariah Banjir Dukungan

Tokoh muda NU dan Muhammadiyah mendukung rencana merger perbankan syariah.

EKONOMI | 6 Juli 2020

BRI Syariah Dapat Tambahan Kuota KUR Rp 1,5 Triliun

BRIsyariah optimistis dapat menyalurkan KUR hingga Rp 4,5 triliun kepada lebih dari 50.000 nasabah.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Merger Bank Syariah Dinilai Tingkatkan Kepercayaan Nasabah

Penggabungan secara psikologis akan membantu nasabah menjadi lebih fokus.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Kempupera Tetapkan 19 Balai Pelaksana Penyedia Perumahan

Keberadaan balai tersebut diharapkan dapat mempermudah koordinasi serta mendorong pelaksanaan pembangunan perumahan.

EKONOMI | 6 Juli 2020

IHSG Ditutup Naik 15 Poin ke 4.988

IHSG sempat mencapai rekor tertinggi di 5.009 dan terendah 4.973. Transaksi perdagangan senilai Rp 6,5 triliun.

EKONOMI | 6 Juli 2020

PTPP Bantu Modal Usaha Pelaku UMKM di Indonesia

PTPP aktif memberikan bantuan modal usaha dan pembinaan kepada pelaku UMKM melalui program kemitraan.

EKONOMI | 6 Juli 2020

Kilang RDMP dan GRR Pertamina Dukung Kemandirian Energi Nasional

Pekerjaan pembangunan kilang baik itu RDMP maupun GRR tidak mudah.

EKONOMI | 6 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS