BUMN Ditantang Bangun Infrastruktur Terintegrasi

BUMN Ditantang Bangun Infrastruktur Terintegrasi
Anggota Komisi VI DPR, Muhammad Rapsel Ali. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 1 Juli 2020 | 19:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Peluncuran logo baru Badan Usaha Milik Negara (BUMN) oleh Menteri Erick Tohir, Rabu (1/7/2020), menandai semangat baru bagi perusahaan-perusahaan pelat merah untuk berubah atau bertransformasi.

Baca Juga: Logo Baru Kementerian BUMN, Simbol Era Kemandirian

Erick meminta semangat baru yang diusung logo baru tidak hanya menjadi pencitraan semata. Perubahan, perlu dibuktikan secara konkret.

"Makna dari perubahan logo ini adalah bagaimana BUMN terus adaptif pada perubahan suasana zaman. Sekalipun zaman berubah, namun tetap ada karakter yang bertahan, yakni jati diri dan budaya bangsa," kata Erick.

Menjawab harapan Erick, anggota Komisi VI DPR, Muhammad Rapsel Ali, langsung memberikan tantangan bagi BUMN, dengan mengusulkan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi.

"Hemat saya seluruh potensi harus disatukan. Disinergikan secara integrated sesuai dengan semangat logo baru BUMN,” ujar politisi Partai Nasional Demokrat ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan BUMN Karya, Rabu (1/7/2020).

Baca Juga: Pembenahan BUMN Dinilai Sesuai Kebutuhan

Menurut Rapsel, sudah saatnya BUMN memiliki rancangan pembangunan yang melibatkan semua jenis usaha milik pemerintah.

Keuntungannya sangat banyak. Juga lebih efisien karena memotong berbagai pos pengeluaran. Terutama masalah pembebasan lahan yang selama ini menjadi kendala sebuah proyek besar.

Rapsel, yang mewakili Dapil 1 Sulsel ini, memberikan contoh. Sebuah proyek raksasa terintegrasi yang menyatukan jalur laut, darat, dan udara. Stasiun saling terintegrasi dan memudahkan mobilisasi penumpang. Demikian pula untuk industri logistik dan properti lainnya. Semua dibangun dalam satu kawasan yang saling terkait.

Sebagai pendukung, jalur listrik dan fiber optik dibangun berdampingan. Demikian juga pipa untuk menyalurkan bahan bakar minyak dan gas serta air bersih. Proyek pipanisasi ini dibangun di sekitar infrastruktur lain.

Baca Juga: Rapsel Ali Usulkan Pembentukan Tim Penilai Kinerja BUMN

Bagaimana dengan kendala biaya? Menurut Rapsel harusnya tidak menjadi kendala. Legislatif akan mendukung penuh selama BUMN mampu meyakinkan proyek tersebut benar-benar terintegrasi dengan baik. Bermafaat untuk kebaikan bersama dan kemajuan bangsa.

“Jika perlu dibentuk konsorsium untuk menangani proyek raksasa ini. DPR pasti akan memberikan dukungan selama itu sesuai dengan prinsip integrasi yang saling menguntungkan,” terangnya.

Dalam RDP dengan BUMN Karya ini, Rapsel juga mengenalkan semangat baru yang bisa diterapkan di berbagai perusahaan BUMN. Meniru konsep new normal yang sedang dikampanyekan pemerintah selama pandemi Covid-19 ini, dia mengenalkan new corporate culture.

"Dengan budaya baru ini, BUMN bisa tumbuh dan berkembang dengan semangat tumbuh bersama dalam kebersamaan,” sebutnya.



Sumber: BeritaSatu.com