Airlangga: Ekonomi Mulai Naik Sejak New Normal Diterapkan

Airlangga: Ekonomi Mulai Naik Sejak New Normal Diterapkan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi pembicara dalam webinar nasional “Strategi pemulihan Ekonomi Dalam Era Tatanan Baru Pascapandemi Covid-19”, Jumat (26/6/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Herman)
Herman / WBP Jumat, 26 Juni 2020 | 17:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kebijakan transisi menuju tatanan kehidupan normal baru atau new normal mulai memerlihatkan hasil yang baik bagi ekonomi Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, beberapa sektor yang sebelumnya terdampak pandemi Covid-19 sudah mulai bergerak ke arah yang positif. Indikator dini pada pertengahan Juni 2020 telah memberikan harapan seiring diberlakukannya new normal dalam aktivitas ekonomi.

“Akibat pandemi Covid-19, hampir seluruh sektor mengalami penurunan yang dalam. Namun antara Mei ke Juni 2020 ini sudah mulai ada pergerakan ke atas. Jadi mulai ada aktivitas ekonomi yang bergerak,” kata Airlangga Hartarto saat menjadi pembicara dalam webinar nasional “Strategi Pemulihan Ekonomi Dalam Era Tatanan Baru Pascapandemi Covid-19”, Jumat (26/6/2020).

Baca juga: Airlangga: Pasar Apresiasi Cara Penanganan Covid-19

Beberapa sektor yang menurutnya mulai menunjukkan pergerakan pada Juni 2020 seperti sektor bahan bangunan dan besi konstruksi, jasa keuangan, teknologi informasi, permesinan, alat berat, pertambangan migas, packaging, serta pembangkit energi dan listrik. Bahkan beberapa sektor tertentu kinerjanya tidak terpengaruh dan justru meningkat, seperti rokok dan tembakau, makanan pokok, batubara, farmasi dan alat kesehatan, serta minyak nabati/hewani.

“Di tengah pandemi Covid-19, sektor makanan pokok masih bisa tumbuh 13 persen, batu bara 36 persen, farmasi dan alat kesehatan 13 persen, kemudian minyak nabati/hewani 25 persen. Ini adalah sektor-sektor yang dapat menghela Indonesia recovery lebih cepat,” kata Airlangga.

Berdasarkan perubahan pada night light intensity index dari Sateliate Image Data milik NASA, Airlangga mengatakan aktivitas ekonomi juga terlihat mulai menguat di sebagian besar wilayah Indonesia. “Pada Juni, warnanya mulai kembali biru yang menandakan aktivitas mulai meningkat. Sehingga secara keseluruhan dengan new normal, kegiatan masyarakat sudah mulai bergerak ke arah positif,” kata Airlangga.

Pasar Uang dan Saham
Selain aktivitas ekonomi, kinerja pasar uang dan saham juga cenderung menguat. Setelah menghadapi tekanan akibat capital reversal, Airlangga mengatakan nilai tukar rupiah dan IHSG sudah kembali menguat. Rupiah bahkan telah mendekati level sebelum pandemi corona. “Rupiah pada Juni ini menguat di level Rp 14.000 dari akhir Maret atau awal April lalu yang sempat mencapai Rp 16.500. Demikian pula dalam perkembangan IHSG yang sudah masuk zona 4.800-an,” terang Airlangga.

Dia mengatakan, capital inflow (arus modal asing masuk) juga sudah mulai kembali ke Indonesia seiring meredanya ketidakpastian pasar keuangan global serta tetap tingginya daya tarik aset keuangan domestik. “Capital ouflow (modal asing keluar) tertinggi terjadi di Maret dan April, baik equity maupun surat berharga. Namun sekarang ini sudah mulai masuk kembali. Yield obligasi Indonesia juga relatif lebih tinggi dibandingkan negara lain,” kata Airlangga.

Namun Airlangga juga mengingatkan agar seluruh masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan dalam upaya mencegah penularan Covid-19. Dengan begitu, ekonomi Indonesia bisa kembali bergerak sambil tetap mengendalikan penyebaran Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com