XL Axiata Targetkan 70% BTS Terhubung Jaringan Fiber

XL Axiata Targetkan 70% BTS Terhubung Jaringan Fiber
Ilustrasi XL Axiata. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Lona Olavia / FER Senin, 22 Juni 2020 | 16:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT XL Axiata Tbk mencatat hingga pertengahan tahun 2020 ini, sekitar 53 persen Base Transceiver Station (BTS) dari total target di tahun ini telah terhubung dengan jaringan fiber.

Baca Juga: XL Axiata Gandeng Google Cloud

"Fiberisasi adalah salah satu program utama perusahaan dalam upaya meningkatkan kualitas jaringan data, termasuk sebagai bagian dari persiapan menuju implementasi 5G di masa mendatang. Karena itu, proyek ini harus tetap jalan, karena hasil dari fiberisasi juga bisa langsung meningkatkan kualitas jaringan sesuai dengan kebutuhan pelanggan," kata Pelaksana tugas (Plt) Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, dalam siaran pers, Senin (22/6/2020).

Hingga pertengahan 2020 ini, jaringan di total 200 kota dan kabupaten telah terfiberisasi, baik kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Medan, Bandung, Palembang, Makassar, hingga Balikpapan. Selain kota besar, fiberisasi juga telah diselesaikan di kota-kota lainnya seperti Denpasar, Manado, Cirebon, Bekasi, Banjarmasin, hingga Malang. Bahkan fiberisasi juga sudah terlaksana hingga kabupaten seperti Deli Serdang, Aceh Besar, Lebak, Berau, Indramayu, Kendal, Jembrana, hingga Lombok Timur.

Baca Juga: Trafik Layanan Data XL Axiata Naik 25%

Target XL Axiata secara nasional, hingga akhir tahun 2020 nanti 60 persen hingga 70 persen BTS akan terhubung dengan jaringan fiber. Saat ini, fiberisasi sudah mencapai sekitar 53 persen dari total target di tahun 2020, dengan sebagian besar mencakup wilayah Jawa. Percepatan fiberisasi kini sedang dilakukan di wilayah padat penduduk guna mendukung aktifitas di era new normal saat ini.

"Fiberisasi juga menjadi semakin perlu untuk terus kami lakukan sesuai target mengingat kebutuhan layanan data yang meningkat setelah ada pandemi. Secara umum, kebutuhan pelanggan dan masyarakat atas data meningkat karena imbas dari Covid-19 yang memaksa mereka untuk bisa selalu mobile dan terkoneksi dengan internet dalam menjalankan aktivitas produktif,” ujarnya.

Baca Juga: Webinar Berbayar Makin Populer di Era Pandemi

Secara teknis, fiberisasi merupakan upaya modernisasi jaringan dengan cara menghubungkan BTS melalui jalur fiber, termasuk sekaligus melakukan regenerasi perangkat-perangkat BTS, seperti mengganti perangkat yang selama ini memakai microwave menjadi perangkat fiber. Program fiberisasi jaringan merupakan salah satu langkah dalam mempersiapkan jaringan 5G.



Sumber: BeritaSatu.com