Bos Pertamina Tunjuk CEO Subholding Usaha, Siapa Saja?

Bos Pertamina Tunjuk CEO Subholding Usaha, Siapa Saja?
Ilustrasi Pertamina (Foto: Istimewa)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 14 Juni 2020 | 08:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai tindaklanjut RUPS PT Pertamina (Persero) Jumat (12/6/2020), Pertamina langsung tancap gas melanjutkan transformasi di tingkat subholding bisnis. Direksi Pertamina pada Sabtu (13/6/2020) melakukan pengukuhan subholding yang merupakan kesatuan yang tak terpisahkan dengan pembentukan holding migas dan merupakan penjabaran roadmap program Kementerian BUMN yang tercantum dalam Buku Putih Pembentukan holding migas.

Baca juga: Erick Pangkas Separuh Direksi Pertamina, Ada 6 Posisi CEO Baru

Terdapat lima subholding yang telah dibentuk yakni Upstream Subholding yang operasionalnya diserahkan kepada PT Pertamina Hulu Energi, Gas Subholding (PT Perusahaan Gas Negara), Refinery & Petrochemical Subholding (PT Kilang Pertamina Internasional), Power & NRE Subholding (PT Pertamina Power Indonesia) dan Commercial & Trading Subholding (PT Patra Niaga). Selain itu juga terdapat Shipping Company yang operasionalnya diserahkan kepada PT Pertamina International Shipping.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan pembentukan holding migas, 5 subholding dan 1 shipping company ini merupakan langkah strategis yang akan tercatat dalam sejarah Pertamina, karena merupakan inisiatif untuk bisa beradaptasi dengan perubahan ke depan, bergerak lebih lincah, cepat serta fokus untuk pengembangan bisnis yang lebih luas dan agresif.

“Transformasi yang dilakukan saat ini untuk menyiapkan lini bisnis Pertamina berkembang dan mandiri. Saat ini, lingkup bisnis Pertamina sangat luas, dengan tantangan dan kompetisi yang berbeda serta memiliki kekhususan risiko masing-masing. Karenanya, dengan subholding ini, setiap bisnis nantinya dapat bergerak lebih cepat dan lincah untuk pengembangan kapabilitas kelas dunia dan pertumbuhan skala bisnis yang akan menunjang Pertamina menjadi perusahan global energi terdepan dengan nilai pasar US$ 100bn,” tegas Nicke.

Baca juga: Nicke Widyawati Tetap Pimpin Pertamina

Untuk itu, sesuai dengan Surat Keputusan No. SR-396/MBU/06/2020 tanggal 12 Juni 2020, Nicke pun tidak membuang waktu dan langsung tancap gas melakukan penunjukan dan pengukuhan pejabat masing-masing subholding yang akan menjadi nakhkoda di perusahaan tersebut.

VP Corporate Communication pertamina Fajriyah Usman mengungkapkan bahwa acara yang dilaksanakan Sabtu dengan 36 pejabat yang dikukuhkan menjadi pengalaman baru dan berkesan. Selain diiringi lagu Bagimu Negeri, pengukuhan ini pun dijalankan dengan memanfaatkan teknologi digital melalui video conference sebagai bagian dari ketaatan Pertamina terhadap protokol Covid 19.

“Pada struktur manajemen subholding, Pertamina konsisten menempatkan direksi dari sejumlah pekerja karir yang relatif muda dan berkualitas tinggi. Ini diharapkan menjadi new energy dan sebagai upaya Pertamina mempersiapkan pemimpin masa depan. Selain itu, komposisi manajemen juga diperkuat dengan profesional eksternal yang berpengalaman dan diharapkan banyak melakukan new breakthrough untuk pertumbuhan bisnis ke depan. Beberapa wanita juga berada di antara direksi subholding tersebut ”ungkap Fajriyah.

Lebih lanjut, Fajriyah mengungkapkan pejabat Chief Executive Officer (CEO) masing-masing subholding yang dikukuhkan oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati sebagai pemegang saham pada Sabtu, 13 Juni 2020 adalah:

- CEO Upstream Subholding (PT Pertamina Hulu Energi) dijabat Budiman Parhusip.
- CEO Refinery & Petrochemical Subholding (PT Kilang Pertamina Internasional) Ignatius Tallulembang dengan didampingi Deputy CEO Budi Syarif Santoso.
- CEO Power & NRE Subholding (PT Pertamina Power Indonesia) Heru Setiawan.
- CEO Commercial & Trading Subholding (PT Patra Niaga) Mas'ud Khamid.
- CEO Shipping Company (PT Pertamina International Shipping PIS) Erry Widiastono

Terlihat bahwa beberapa CEO Subholding, sebelumnya adalah Direksi Pertamina, sedangkan Dharmawan H Samsu serta Basuki Trikora Putra juga mendapat tugas baru sebagai Komisaris Utama di subholding.

Sementara sebelumnya dalam RUPS PGN pada 15 Mei 2020, pemegang saham sepakat menunjuk Suko Hartono menjadi dirut PGN.



Sumber: BeritaSatu.com