Perombakan Direksi Pertamina Dinilai Tepat

Perombakan Direksi Pertamina Dinilai Tepat
Nicke Widyawati. (Foto: Antara)
Lona Olavia / WBP Jumat, 12 Juni 2020 | 20:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian BUMN dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) memutuskan mempertahankan Nicke Widyawati sebagai direktur utama. Kementerian BUMN juga merombak struktur manajemen dan mengurangi jumlah jajaran direksi.

Menurut Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia Ferdinand Hutahaean langkah tersebut tepat. Nicke Widyawati yang memimpin Pertamina sejak Agustus 2018 dinilainya telah membawa transformasi dan perubahan di Pertamina. Selain kinerja bagus, Pertamina naik peringkat dalam Top 500 Fortune Global dimana tahun 2018 berada pada urutan 253 naik 78 peringkat di tahun 2019 menjadi berada diurutan 175. "Loncatan prestasi yang membanggakan bangsa tentunya dan harus diaperiasi," katanya, Jumat (12/6/2020).

Seluruh bisnis Pertamina dari hulu hingga hilir juga tercatat menghasilkan nilai positif di bawah kepemimpinan Nicke. Adapun penurunan produksi di hulu seperti di Blok Mahakam, menurut dia bukan kesalahan Nicke dan Pertamina, tapi karena masa transisi peralihan dari Total Inpex ke Pertamina yang terlalu sempit. "Jadi kondisi itu tidak bisa disalahkan kepada Pertamina. Kita tau sekarang Pertamina terus berupaya kembali menaikkan angka lifting produksi di semua blok kerja di sektor hulu yang dikelola Pertamina," pungkasnya.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Pertamina di bawah pimpinan Nicke juga menjadi salah satu BUMN terbesar yang menyumbang bantuan dan membangun fasilitas rumah sakit (RS) untuk pasien Covid-19. Memberikan diskon harga BBM bagi angkutan online dan angkutan umum juga menjadi bentuk perhatian Pertamina bagi warga.

"Target usaha yang dibebankan Kementerian BUMN kepada Nicke untuk melakukan restrukturisasi subholding dan harus mampu membawa subholding untuk go public 2 tahun ke depan saya yakini akan mampu dilakukan Nicke," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com