Sinarmas MSIG Tawarkan Berobat Secara Cashless di Seluruh Dunia

Sinarmas MSIG Tawarkan Berobat Secara Cashless di Seluruh Dunia
Ilustrasi pasien yang sedang dirawat di rumah sakit. (Foto: Visualphotos)
Mashud Toarik / MT Kamis, 11 Juni 2020 | 17:01 WIB

Jakarta,Beritasatu.com – Minat masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri dinilai masih tinggi. Pelayanan kesehatan yang segara, dokter dan staf medis berpengalaman serta fasilitas dan teknologi medis yang canggih jadi pertimbangan utama masyarakat.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (Sinarmas MSIG Life), terdapat tiga negara yang paling banyak menjadi tujuan berobat masyarakat Indonesia yaitu, Singapura, Malaysia dan Thailand.

Kondisi tadi mendorong PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (Sinarmas MSIG Life) merilis asuransi tambahan SiLe Medical Extra (SMEX).

Direktur Sinarmas MSIG Life Gideon mengatakan terdapat tiga keunggulan yang ditawarkan Perseroan pada produk ini yakni, fasilitas one bed one room (OBOR). “Pasien dan keluarga dapat merasa aman dan nyaman dengan privasi yang didapatkan selama menjalani perawatan di rumah sakit,” papar Gideon sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (11/6/2020).

Selain itu, produk yang dirilis pada 30 Mei 2020 itu memberikan fasilitas cashless yang mencakup pengobatan rawat inap di dalam negeri, juga seluruh dunia kecuali Amerika Serikat.

Gideon mengklaim SMEX merupakan satu-satunya produk di Indonesia yang memberikan fasilitas cashless tanpa deposit untuk pengobatan rawat inap di luar negeri.

Ditawarkan dalam sejumlah pilihan plan yang fleksibel, yaitu Silver, Gold dan Platinum hingga Tertanggung berusia 75 tahun, SMEX juga memberikan manfaat perawatan di rumah setelah keluar dari rumah sakit, rawat jalan cuci darah dan kemoterapi sesuai tagihan serta potongan premi 2,5% hingga empat Tertanggung Tambahan serta fasilitas lainnya.

“SMEX kami percaya dapat menjawab tuntutan nasabah yang kian kompleks akibat perkembangan zaman, antara lain meningkatnya biaya medis,” tambah Gideon. Apalagi berdasarkan data yang dirilis Mercer Marsh Benefits 2019 mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki inflasi atau kenaikan biaya medis sampai dengan 11%.



Sumber: BeritaSatu.com