Kapasitas Penumpang Pesawat Akan Ditingkatkan Bertahap

Kapasitas Penumpang Pesawat Akan Ditingkatkan Bertahap
Ilustrasi penumpang pesawat saat pandemi Covid-19. (Foto: Antara)
Thresa Sandra Desfika / FER Kamis, 11 Juni 2020 | 16:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyatakan kapasitas penumpang pesawat akan ditingkatkan secara bertahap dengan pengaturan protokol kesehatan yang lebih ketat, baik di bandara maupun dalam kabin pesawat.

Baca Juga: Kapasitas Penumpang Pesawat Maksimal 70%

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemhub, Novie Riyanto mengatakan, penerapan penambahan kapasitas penumpang pesawat udara yang ditetapkan pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 41 Tahun 2020 dan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2020 mengacu kepada ketentuan yang ditetapkan oleh organisasi dan otoritas penerbangan internasional.

"Kami memastikan seluruh ketentuan berdasarkan standar yang ditetapkan oleh ICAO (International Civil Aviation Organization) da juga diterapkan oleh banyak negara. Melalui SE 13/2020 sangatlah jelas mengatur penerapan standar operasional prosedur, baik di bandara maupun pesawat udara,” jelas Novie dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Kamis (11/6).

Novie Riyanto menjelaskan, sistem filtrasi udara dan teknologi sirkulasi udara di pesawat sangat aman sehingga dapat meminimalisir penularan Covid-19. Pesawat jet narrow dan wide body menggunakan teknologi filtrasi high efficiency particulate air (HEPA).

Baca Juga: Penumpang Pesawat Jalani 3 Pemeriksaan

"Pada pesawat udara, sistem filtrasi dan sirkulasi udara di kabin dirancang untuk meminimalisir penyebaran bakteri maupun virus hingga ukuran yang sangat kecil. Meski begitu, kami tetap akan mempelajari dan akan melakukan pembaruan ketentuan kapasitas secara bertahap, juga sesuai dengan ketentuan aturan internasional,” tambah Novie.

Saat ini, kata Novie, lebih dari 85 persen pesawat penumpang di Indonesia merupakan pesawat yang dilengkapi dengan sistem sirkulasi udara HEPA. Kemudian, dengan adanya pembatasan interaksi dan pembatas antarbaris dapat mengurangi risiko penularan Covid-19 saat berada di dalam pesawat.

Novie Riyanto mengungkapkan, pesawat nantinya akan dapat melakukan pengangkutan hingga 100 persen secara bertahap. Namun, pada saat ini Kemhub akan berfokus kepada keamanan optimal dari pesawat udara terhadap penularan Covid-19 di dalam pesawat, dengan proteksi di dalam pesawat, standar prosedur penanganan penumpang, serta pelatihan personel penerbangan dalam penanganan Covid-19 sehingga secara bertahap peningkatan load factor dapat dilakukan.

Baca Juga: Penumpang Pesawat Tujuan Domestik Turun 82%

"Untuk tetap menjamin keamanan di dalam pesawat udara, kami juga telah membuat ketentuan atas ruang isolasi atau karantina di dalam pesawat. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan keamanan kepada penumpang dengan gejala Covid-19 ketika on board, yaitu dengan menyediakan 3 baris kursi kosong di belakang pesawat dengan mekanisme khusus,” tutup Novie.



Sumber: BeritaSatu.com