Arab Ingin Semua Anggota Patuh soal Pengurangan Produksi OPEC+

Arab Ingin Semua Anggota Patuh soal Pengurangan Produksi OPEC+
Ilustrasi minyak. (Foto: Beritasatu.com/Muhammad Reza)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 9 Juni 2020 | 05:54 WIB

Riyadh, Beritasatu.com - Pemimpin OPEC Arab Saudi dan pemimpin non-OPEC Rusia mengatakan Senin (8/6/2020) bahwa keberhasilan pengurangan produksi bergantung pada semua anggota yang mematuhi ketentuan perjanjian.

Pernyataan itu muncul tak lama setelah OPEC dan sekutu non-OPEC, yang dikenal sebagai OPEC+, setuju memperpanjang penurunan produksi terdalam dalam sejarah sekitar 10 persen pasokan minyak dari pasar global hingga akhir bulan depan. "Kami tidak memiliki ruang apa pun karena kurangnya kesesuaian," kata Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman saat konferensi pers virtual pada Senin.

Baca juga: Harga Minyak Menguat Ditopang Keputusan OPEC

Pangeran Abdulaziz mengatakan, anggota yang gagal mematuhi kesepakatan OPEC+ pada Mei dan Juni harus mengkompensasi pemotongan tambahan mulai Juli hingga September.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan sepenuhnya setuju dengan mitra Saudinya. "Saya dapat mengatakan secara keseluruhan tingkat kesesuaian sangat tinggi, mengingat besarnya pemotongan dan seberapa buruk situasinya."

"Kami telah menghabiskan banyak waktu untuk membahas kepatuhan dan bagaimana ini akan dikompensasi, karena keberhasilan kesepakatan kami, bergantung pada semua negara yang melakukan bagian mereka," tambahnya.

Pada perdagangan Senin (8/6/2020), patokan internasional, berjangka minyak mentah Brent mencapai US$ 41,72 per barel, atau turun sekitar 1,3 persen, sedangkan minyak berjangka patoka AS, West Texas Intermediate (WTI) di US$ 38,88, atau melemah 1,6 persen. Kedua kontrak memangkas penguatan setelah naik ke level tertinggi sejak 6 Maret di awal sesi, masing-masing melojak ke US$ 43,41 dan US$ 40,44.

Apa yang sudah disepakati?
Harga minyak telah melonjak setelah beberapa produsen minyak besar dunia mengurangi produksi 9,7 juta barel per hari mulai 1 Mei. Langkah ini dirancang untuk menopang harga saat pandemi virus corona (Covid-19) menekan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar energi.

Badan Energi Internasional memperkirakan bahwa sekitar 25 persen permintaan terkuras dari pasar pada April ketika langkah-langkah lockdown membuat mobilitas miliaran orang di seluruh dunia tidak berjalan.

Pemotongan produksi dari OPEC+ pada awalnya dijadwalkan akan diperkecil menjadi 7,7 juta barel per hari dari 1 Juli hingga akhir tahun. Tetapi kesepakatan baru, yang dijamin selama akhir pekan, membuat kelompok itu akan memotong 9,6 juta barel per hari hingga akhir Juli. Angka tersebut 100.000 barel per hari lebih rendah dari perjanjian sebelumnya karena komitmen Meksiko.

Menteri energi Arab Saudi pada Sabtu bersikeras bahwa tindakan anggota aliansi energi yang tidak patuh, seperti Irak, Nigeria, Angola dan Kazakhstan, akan vital jika OPEC+ ingin mengembalikan kepercayaan persatuan dan efektivitas kelompok itu. Meski demikian, berbicara pada konferensi pers hari Senin, Pangeran Abdulaziz tidak ragu-ragu soal masa depan aliansi energi. "OPEC+ sampai mati memisahkan kita," katanya.

Grup akan meninjau kebijakan produksinya setiap bulan, dengan pertemuan berikutnya dijadwalkan pada 18 Juni.



Sumber: CNBC