Bandara Internasional Yogyakarta Resmi Beroperasi Penuh

Bandara Internasional Yogyakarta Resmi Beroperasi Penuh
Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo resmi beroperasi penuh pada hari ini, Minggu, 29 Maret 2020. (Foto: Suara Pembaruan/Fuska Sani)
Fuska Sani Evani / Thresa Sandra Desfika / CAH Minggu, 29 Maret 2020 | 16:54 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo resmi beroperasi penuh pada hari ini, Minggu (29/03/2020). Sebanyak 168 penerbangan telah dipindahkan dari Bandara Adi Sutjipto sejak 6 Mei 2019. Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi melalui teleconference Sabtu (28/03/2020) mengatakan, skenario pemindahan penerbangan tersebut memang dilaksanakan secara berkala dan akan mulai beroperasi penuh pada Minggu (29/3/2020) hari ini.

Penerbangan perdana sebagai penanda operasional penuh Bandara Internasional Yogyakarta hari ini dilakukan oleh maskapai Batik Air dengan rute Yogyakarta-Samarinda pada pukul 06.00 WIB.

Sedang kedatangan perdana adalah maskapai Lion Air pada pukul 06.20 WIB dengan rute Jakarta-Yogyakarta.

Faik Fahmi juga menyampaikan bahwa pengoperasian penuh Bandara Internasional Yogyakarta tersebut merupakan salah satu langkah mitigasi yang dimiliki Angkasa Pura I, untuk antisipasi penyebaran Pandemi corona (Covid-19) di lingkungan Bandara.

Menurutnya dengan dilaksanakan pemindahan, penerapan kebijakan social distancing akan lebih mudah dilaksanakan, sebab di bandara Adi Sutjipto meski sudah terjadi penurunan penumbang, areal ruang tunggu penumbang memang terbatas. Sedang di bandara YIA, para penumpang akan diberi jarak 2 meter sebagai langkah social distancing.

Selain sebagai mitigasi mengenai upaya pencegahan penyebaran covid-19, pemindahan ini dilaksanakan karena lack of capacity di bandara Internasional Adisucipto.

"Adisucipto memiliki kapasitas 1,8 juta penumpang per tahun, namun dalam kenyataannya saat ini melayani hingga 8,4 juta penumpang," katanya.

Hal tersebut sangat bertolakbelakang dengan kapasitas yang dimiliki oleh Bandara Internasional Yogyakarta saat ini yang mampu menampung 20 juta penumpang per tahunnya.

Selain penerapan social distancing, Faik Fahmi juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan berbagai hal untuk upaya pencegahan penyebaran covid-19 di area Bandara dengan menyediakan hand sanitizer di berbagai titik di bandara untuk menjaga kebersihan setiap penumpang, penyemprotan disinfektan terhadap fasilitas bandara juga dilakukan secara berkala, khsususnya di lokasi-lokasi yang bersinggungan langsung dengan penumpang. Juga pengukuran suhu tubuh calon penumpang di Bandara YIA.

Namun katanya, akibat wabah virus corona ini, 53 penerbangan membatalkan jadwal penerbangan, maka untuk sementara hanya 115 pergerakan.

Faik menyebutkan ketika dalam kondisi normal jumlah penumpang yang datang dan berangkat dari Bandara Internasional Yogyakarta per hari mencapai 18.000 artinya 9.000 datang dan 9.000 yang berangkat. Namun dalam tiga hari terakhir hanya 7.000-8.000 per hari.

Selain itu, rute internasional sementara masih menghentikan penerbangan. Dua maskapai yang sebelumnya beroperasi di Adisutjipto, SilkAir dan AirAsia menghentikan penerbangan dari 20 Maret 2020 sampai 11 Mei 2020," katanya.

Turunnya jumlah penumpang ini pun akhirnya berimbas kepada maskapai penerbangan dan akhirnya ada 53 penerbangan yang terpaksa harus dibatalkan karena kurangnya penumpang. Faik Fahmi menyampaikan bahwa ada beberapa maskapai yang hanya melayani 50 penumpang dalam satu penerbangan dan itu memberatkan beban operasional maskapai. 



Sumber: BeritaSatu.com