Jokowi Minta BI Terus Fokus Jaga Nilai Tukar Rupiah

Jokowi Minta BI Terus Fokus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Ilustrasi Rupiah. (Foto: BeritaSatu Photo / David Gita Roza)
Lenny Tristia Tambun / WBP Jumat, 20 Maret 2020 | 10:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com  - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Bank Indonesia (BI) terus berupaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak pasar keuangan yang ditimbulkan pandemi global virus corona baru atau COVID-19.

Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas mengenai kebijakan fiskal dan moneter melalui telekonferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (20/3/2020) meminta Bank Indonesia menjaga nilai tukar mata uang rupiah, sembari tetap menjangkar laju inflasi agar terkendali dan mempercepat berlakunya ketentuan penggunaan rekening rupiah di dalam negeri.

“Saya minta sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dalam hal ini, Kementerian Keuangan, BI, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan terus diperkuat. Saya minta BI fokus terus jaga stabilitas nilai tukar rupiah, jaga inflasi, dan mempercepat berlakunya ketentuan penggunaan rekening rupiah di dalam negeri,” ujar Presiden Jokowi.

Baca juga: Tak Berdaya, Rupiah Tembus Rp 16.000 Per Dolar AS

Kepala Negara juga meminta ketersediaan likuiditas yang cukup di dalam negeri. Selain itu, Presiden Jokowi meminta para otoritas di sektor keuangan menyiapkan mitigasi risiko terhadap gejolak yang ditimbulkan pandemi COVID-19.

Presiden Jokowi mengingatkan pandemi global COVID-19 sangat berdampak pada laju perekonomian dunia. Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2020 akan turun menjadi 1,5 persen dari tiga persen. Selain itu, dia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan di rentang 5,0-5,4 persen akan mengalami penurunan.

Babak Belur, Rupiah Sempat Tembus Rp 15.963 Per Dolar AS

“Tantangan ini harus kita hadapi dan kita jawab, terutama di fiskal. Kemarin di dalam rapat, saya minta refocusing, realokasi d APBN, dan di APBD daerah-daerah. Saya meminta untuk fokus di 3 hal saja yakni pertama kesehatan utamanya pengendalian COVID 19, kedua social safety net (jaring pengaman sosial), seperti bantuan sosial, dan ketiga insentif ekonomi bagi pelaku usaha dan UMKM sehingga mereka bisa tetap berproduksi dan menghindari PHK,” jelas Jokowi.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini Jumat (20/3/2020) melemah dibandingkan kemarin. Sementara rupiah siang ini melemah dibanding tadi pagi. Adapun mengacu data Bloomberg, rupiah siang ini pukul 10.10 WIB di pasar spot exchange sebesar Rp 16.037 per dolar AS atau melemah 125,0 poin (0,79 persen) dari penutupan sebelumnya. Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 15.950-Rp 16.037 per dolar AS. Rupiah siang ini melemah dibandingkan tadi pagi pukul 08.40 WIB di level Rp 15.963 per dolar AS.



Sumber: BeritaSatu.com