Pasokan Bahan Pokok di Peritel Modern Aman

Pasokan Bahan Pokok di Peritel Modern Aman
Menteri Perdagangan bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri sekaligus Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, serta Dirjen Perdagangan Luar Negeri melakukan sidak ketersediaan pasokan bahan pokok di sejumlah peritel modern, salah satunya di Hypermart Puri Indah, Kamis (19/3/2020) (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Lona Olavia / FER Kamis, 19 Maret 2020 | 21:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto, bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri sekaligus Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, serta Dirjen Perdagangan Luar Negeri melakukan sidak ketersediaan pasokan bahan pokok di sejumlah peritel modern, salah satunya di Hypermart Puri Indah, Kamis (19/3/2020).

Baca: Sampai Agustus, 11 Komoditas Pokok dalam Kondisi Aman

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Mandey, mengatakan, Mendag berpesan agar peritel dapat menjaga pasokan bahan pokok, berkoordinasi baik dengan produsen dan distributor supaya pengiriman barang terjamin, menjaga harga eceran tertinggi (HET), dan juga melaksanakan prosedur tetap dalam pencegahan virus corona baru atau covid-19 sehingga konsumen merasa aman dan nyaman dalam berbelanja.

"Mendag dan tiga dirjennya datang untuk memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok yang selalu Aprindo sampaikan ke publik benar adanya. Bahwa peritel modern siap melayani masyarakat. Hypermart sendiri menjamin ketersediaan gula sudah ada di rak-rak, begitupun dengan beras yang masih cukup, mi instan, dan minyak goreng kemasan,” kata Roy Mandey.

Peritel modern, termasuk Hypermart, sambungnya mendukung program pemerintah dalam memastikan bahwa harga yang dijual kepada konsumen tidak melebihi HET. Langkah itu sekaligus untuk menjaga laju inflasi. Misalnya, gula dijual dengan HET Rp 12.500 per kilogramnya. "Di Hypermart dan anggota-anggota Aprindo stok aman,” tegasnya.

Baca: Harga Gula Naik, Mendag Siapkan Operasi Pasar

Jikalau di beberapa peritel belum tersedia, misalnya untuk gula, menurut Roy, itu karena proses distribusi dan transportasi logistik semata. Pasalnya, peritel sudah mempersiapkan ketersediaan bahan pokok hingga saat Ramadan, apa yang yang dibutuhkan cukup pasokannya.

"Kalau untuk lebaran para peritel modern sudah siap. Persiapannya sudah jauh 5-6 bulan sebelum masa Lebaran untuk masyarakat, bahkan sudah dilebihkan untuk cadangan. Biasanya untuk stok bulan puasa, ramadan, maupun lebaran kita sudah naikkan stoknya 10 persen hingga 15 persen dari rata-rata jumlah barang di bulan biasa," jelasnya.

Terkait adanya panic buying akibat kekhawatiran akan virus corona, Roy mengimbau agar konsumen bisa berbelanja secara normal.

Baca: Aprindo Imbau Masyarakat Tak Perlu Panic Buying

"Berbelanjalah secara wajar dan normal, tidak usah membelanjakan yang belum perlu karena peritel modern akan tetap buka dalam segala situasi, tidak akan ada yang tutup. Kami juga pastikan ketersediaan stok mencukupi. Artinya kalau ada yang masih kurang itu karena masalah proses distribusi saja. Kami juga pastikan HET dan kestabilan harga pasti yang terbaik dan sesuai dengan anjuran pemerintah," tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com