A3UI Akan Tegakkan Etika Profesi Agen Asuransi

A3UI Akan Tegakkan Etika Profesi Agen Asuransi
Himpunan Agen Ahli Asuransi Umum Indonesia (A3UI) yang diketuai Baidi Montana. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Kamis, 27 Februari 2020 | 14:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Profesi agen asuransi menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat Indonesia. Keberadaan profesi ini diakui melalui UU No.40/2014. Namun hingga saat ini profesi tersebut belum mendapatkan apresiasi secara luas. Ironisnya, ada yang berpandangan bahwa kegiatan agen adalah profesi yang illegal, dilain pihak sumbangan agen terhadap produksi premi asuransi umum sangat signifikan.- Gross Written Premium rata-rata 50 persen bahkan lebih.

Memang selama ini jasa agen asuransi umum hanya dimanfaatkan oleh perusahaan asuransi untuk menghasilkan premi semata,  Padahal dengan potensi profesionalitas para agen sangat mumpuni untuk memasyaratkan bisnis asuransi, sebab mereka adalah ujung tombak perusahaan asuransi.

A3UI merupakan wadah Agen Ahli Asuransi Umum Indonesia yang bertujuan menghimpun semua agen asuransi umum seluruh Indonesia. Berdiri 2 tahun yang lalu. Melalui perhimpunan ini para agen dapat saling berbagi pengalaman, berbagi masalah serta mencari solusi terbaik untuk kepentingan bersama.

Saat ini A3UI dipimpin oleh Baidi Montana yang berpengalaman luas dalam industri per-asuransi di Indonesia. “Setelah pengukuhan pengurus secara resmi pada tanggal 20 Februari 2020 diharapkan A3UI mampu menghimpun dan mengorganisir anggota-anggotanya mengadvokasi permasalahan yang dihadapi dan mencari solusi yang seadil-adilnya dengan menegakan etika profesi agen," ujar Baidi Montana dalam keterangan resminya, Kamis (27/2/2020).

Undang-undang yang berlaku saat ini belum memadai di dalam mengakomodasi kepentingan agen, malah ada peraturan yang diterbitkan oleh regulator sangat tidak berpihak pada operasional bisnis ke-agenan. Peraturan OJK No.69/POJK 05/2016, yang mengatur satu agen asuransi terasa sangat membatasi ruang lingkup kegiatan usaha agen.

Perlu diingat bahwa produk asuransi yang dipasarkan sangat variatif, dan nilai pertanggungan bisa sangat besar sehingga memerlukan dukungan reasuransi dimana pihak agen bertanggung jawab mencari perusahaan asuransi untuk memback-up. Manakala, back up reasuransi sudah diperoleh, agen yang bersangkutan harus tercatat lagi sebagai agen pada perusahaan-perusahaan tersebut, sehingga agen yang bersangkutan tercatat pada lebih dari satu perusahaan asuransi.

"Ke depannya diharapkan A3UI dapat mengorganisir anggota-anggotanya bersinergi dengan instansi-instansi terkait sehingga dapat memberikan kontribusi pemikiran untuk lebih memajukan industri perasiransian di Indonesia," tambah Baidi.



Sumber: BeritaSatu.com