Kempupera Rampungkan Pembangunan Bendungan Tapin Kalsel

Kempupera Rampungkan Pembangunan Bendungan Tapin Kalsel
Bendungan
Muawwan Daelami / WBP Selasa, 4 Februari 2020 | 11:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pembangunan Bendungan Tapin di Desa Pipitak Jaya, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memasuki tahap akhir. Bendungan berkapasitas 70,52 m3 ini diharapkan dapat mendukung ketahanan air dan pangan nasional. Terhitung 31 Januari 2020 lalu, progres pembangunan Bendungan Tapin mencapai 95 persen dan tahun ini ditargetkan selesai. Bendungan ini nantinya berpotensi memberikan layanan irigasi di Kabupaten Tapin sebesar 5.472 hektar.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan bendungan yang dimulai akhir 2015 dan menelan biaya Rp 1,058 triliun tersebut diikuti jaringan irigasinya, sehingga dapat mengalirkan air sampai ke sawah milik petani.

Menurut Basuki, pengelolaan sumber daya air dan irigasi akan terus dilakukan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan. "Bendungan punya potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal," kata dia dalam pernyataan resminya yang diterima Investor Daily, Senin (3/2/2020).

Lebih khusus, Basuki berharap Bendungan Tapin dapat menyediakan air baku untuk wilayah Rantau yang menjadi Ibu Kota Kabupaten Tapin sebesar 500 liter per detik, mereduksi banjir sebesar 107 m3 per detik, konservasi air (ground water recharge), destinasi wisata di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tapin, dan sumber air untuk PLTA sebesar 3,30 MW.

Bendungan Tapin juga dilengkapi akses jalan masuk sepanjang 21 km dengan lebar 7 meter, kantor pengelola, rumah dinas, tempat ibadah, toilet, gardu pandang, dan rumah genset. Untuk bendungan utama, memiliki tinggi 70 meter dengan konstruksi terowongan pengelak sepanjang 430 meter, cofferdam setinggi 29 meter serta spillway (pelimpahan) sepanjang 234 meter dan lebar 10-19 meter.

Selain bendungan, Kempupera melalui Ditjen Sumber Daya Air turut membangun dan merehabilitasi Jaringan Irigasi Pitap di Kabupaten Balangan untuk meningkatkan suplai air ke area pertanian. Daerah Irigasi (DI) Pitap dibangun dengan biaya Rp 258 miliar yang akan menjadi penyuplai air irigasi untuk area seluas 4.755 Ha.

Sebelumnya di tahun 2018 pembangunan DI Batang Alai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah juga telah diselesaikan untuk menyuplai 5.000 Ha dengan menelan biaya Rp 227 miliar dan DI Amandit di Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk menyuplai area pertanian 5.472 Ha dengan biaya Rp 88 miliar.



Sumber: Investor Daily