Pantau Harga Sembako, Mentan dan Mendag Sidak ke Pasar Senen

Pantau Harga Sembako, Mentan dan Mendag Sidak ke Pasar Senen
Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mencek harga sejumlah komoditas pangan yang mengalami kenaikan di Gedung Blok III Pasar Senen, Kota Jakarta Pusat pada Senin (3/2/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / WBP Senin, 3 Februari 2020 | 15:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertanian (Mentan) Sahrul Yasin Limpo dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Gedung Blok III Pasar Senen, Kota Jakarta Pusat pada Senin (3/2/2020).

"Kesepakatan kami antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian untuk selalu bersama-sama menangani isu kenaikan pangan ini sesuai arahan Bapak Presiden. Kami ke Pasar Senen untuk melihat perkembangan kenaikan harga bawang putih dan cabai kami langsung cek," ujar Sahrul Yasin Limpo kepada awak media Senin (3/2/2020).

Sahrul Yasin Limpo mengatakan, kenaikan harga cabai dan bawang putih dipicu pasokan dan distribusi yang terhambat karena berbagai faktor. Cabai naik karena kemarau panjang dan banjir sehingga menyebabkan keterlambatan sampai Februari.

Namun di Kalimantan Selatan dan Sulawesi sedang panen. "Kita akan ubah transportasi laut menjadi transportasi udara, kita koordinasi dengan Menteri Perhubungan agar bisa membantu distribusi ini," kata Sahrul Yasin Limpo.

Menurut dia, pasokan domestik dihabiskan terlebih dahulu, kemudian baru impor. "Kita punya pasokan, ada stok, kalau naiknya sudah melonjak seperti rawit, bahan bakunya kita dekatkan ke pasar. Nanti kita berkoordinasi dengan Mendag apakah sudah tepat melaksanakan operasi pasar," tambah Sahrul Yasin Limpo.

Sementara Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyebutkan pihaknya masih mengkaji tindakan operasi pasar bersama stakeholder terkait. "Saya ke pasar untuk mengecek pasokan dan ketersediaan barangnya. Memang ada kenaikan sedikit harganya namun masih dalam batas wajar," kata Agus Suparmanto.

Selain itu, impor dari negara tertentu yang terjangkit virus korona dihentikan sementara waktu. "Berkaitan dengan impor kita setop sementara pasokan makanan dan minuman dari negara yang terjangkit virus korona. Turis dan orang saja sudah di setop, apalagi barang termasuk impor bawang putih asal Tiongkok kita hentikan sementara karena berpotensi membahayakan kesehatan penduduk Indonesia. Itu juga dilaksanakan oleh seluruh negara. Apalagi kita penduduk 260 juta orang dan itu harus hati-hati," kata Agus Suparmanto.



Sumber: Suara Pembaruan