2019, Penumpang Udara Domestik Turun Jadi 76,7 Juta

2019, Penumpang Udara Domestik Turun Jadi 76,7 Juta
Suasana terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta (Foto: BeritaSatu.com/Galuh Parantri)
Herman / WBP Senin, 3 Februari 2020 | 14:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Sepanjang 2019 jumlah penumpang udara domestik mencapai 76,7 juta orang, atau turun 18,54 persen dibandingkan 2018.

"Jumlah penumpang terbesar tercatat di Bandara Soekarno Hatta, Banten mencapai 19,3 juta orang atau 25,12 persen dari keseluruhan penumpang domestik, diikuti Bandara Juanda, Surabaya 6,3 juta orang atau 8,20 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto di gedung BPS, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Untuk penumpang angkutan udara ke luar negeri, baik menggunakan penerbangan nasional maupun asing mencapai 18,9 juta orang atau naik 4,91 persen dibandingkan tahun 2018.

Jumlah penumpang ke luar negeri terbesar melalui Soekarno Hatta mencapai 7,8 juta orang atau 41,55 persen dari jumlah seluruh penumpang ke luar negeri, diikuti Ngurah Rai, Denpasar 6,9 juta orang atau 36,80 persen.

Untuk penumpang angkutan laut dalam negeri, Suhariyanto menjelaskan, jumlahnya mencapai 23,9 juta orang atau naik 18,35 persen dibanding 2018. Peningkatan jumlah penumpang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok 132,93 persen, Belawan 119,16 persen, Makassar 55,29 persen, Tanjung Perak 48,69 persen, dan Balikpapan 39,45 persen.

Untuk jumlah barang yang diangkut selama Januari–Desember 2019 mencapai 297,8 juta ton, naik 6,60 persen dibanding 2018. Peningkatan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Panjang 12,12 persen, Tanjung Priok 3,23 persen, dan Balikpapan 1,85 persen. Sebaliknya, penurunan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Makassar dan Tanjung perak masing-masing sebesar 4,32 persen dan 1,46 persen.

Sementara itu untuk penumpang kereta api, jumlahnya mencapai 428 juta orang atau naik 1,39 persen dibanding periode yang sama tahun 2018. Kenaikan jumlah penumpang terjadi di wilayah Jawa non-Jabodetabek dan Sumatera yaitu naik berturut-turut 8,07 persen dan 4,42 persen. Sebaliknya wilayah Jabodetabek mengalami penurunan 0,22 persen.



Sumber: BeritaSatu.com