Antisipasi Virus Korona, Lion dan Sriwijaya Tak Terbang ke Wuhan

Antisipasi Virus Korona, Lion dan Sriwijaya Tak Terbang ke Wuhan
Sejumlah pesawat Lion Air parkir di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. ( Foto: BeritaSatu Photo / Mohammad defrizal )
Lona Olavia / WBP Jumat, 24 Januari 2020 | 10:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mengantisipasi kemungkinan masuknya wabah virus korona yang menyebabkan pneumonia melalui jalur penerbangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyampaikan maskapai Indonesia yang melakukan penerbangan dari dan ke Kota Wuhan, Tiongkok untuk sementara tidak dapat dilakukan. Hal ini menindaklanjuti Notam G0108/20 yang diterbitkan International Notam Office Beijing. Saat ini ada dua maskapai penerbangan nasional yang memiliki rute penerbangan ke Kota Wuhan yaitu Sriwijaya Air dan Lion Air.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kemhub Polana B. Pramesti, menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan antisipasi penyebaran virus korona melalui jalur penerbangan. "Kami telah melakukan koordinasi intensif kepada seluruh maskapai penerbangan di Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus pneumonia masuk ke Indonesia melalui aktivitas penerbangan" jelas Polana B. Pramesti, dalam siaran pers, Jumat (24/1/2020).

Informasi melalui Notam G0108/20 menyampaikan bahwa Bandar Udara Internasional Wuhan Tianhe tidak dapat digunakan sebagai bandara alternate kecuali untuk penerbangan kondisi darurat mulai 23 Januari pukul 11.00 UTC (18.00 WIB) sampai 02 Februari pukul 15.59 UTC (22.59 WIB), sehingga penerbangan dari Indonesia menuju kota Wuhan akan dialihkan ke kota lain di Tiongkok.

Polana menambahkan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah mengeluarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara melalui Direktur Keamanan Penerbangan Nomor : SE.001/DKP/I/2020 tanggal 20 Januari 2020 yang berisikan perintah kepada maskapai untuk melengkapi kartu general declaration (gendec) untuk diberikan kepada petugas karantina kesehatan di bandara kedatangan.

Selain itu, melaporkan kepada petugas lalu lintas udara yang bertugas (oleh PIC) apabila terdapat penumpang yang diduga terpapar karena terjangkit di pesawat udara dan memberikan kartu kewaspadaan kesehatan (alert card) sebelum kedatangan (untuk penerbangan yang berasal dari negara terjangkit) kepada penumpang. Hal lain memastikan kepada penumpang untuk lapor kepada petugas apabila dirinya merasa ada kecurigaan tertular penyakit serta, memberikan pengumuman di dalam pesawat (on board) agar penumpang melaporkan kepada petugas pada saat kedatangan bila berasal atau pernah singgah di negara terjangkit.

Selain itu, Polana memerintahkan kepada operator penerbangan untuk terus meningkatkan pengawasan di terminal kedatangan internasional dan terus melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder penerbangan untuk mengantisipasi menyebarnya virus pneumonia melalui jalur penerbangan.

Dari hasil laporan, hingga saat ini belum ditemukan penumpang yang terjangkit virus pneumonia yang masuk melalui bandara di seluruh Indonesia. "Kami juga mengimbau kepada seluruh stakeholder penerbangan untuk terus waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi masuknya virus pneumonia melalui penerbangan karena keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan merupakan tanggung jawab kita bersama, "tutup Polana B. Pramesti.



Sumber: Suara Pembaruan