Kempupera Siapkan Jalur Logistik Pelabuhan Peti Kemas Wae Klambu

Kempupera Siapkan Jalur Logistik Pelabuhan Peti Kemas Wae Klambu
Kiri ke kanan: Basuki Hadimuljono selaku Menteri PUPR (kiri) bersama dengan Menteri lainnya Menteri BUMN Erick Thohir (kedua dari kanan), Menteri Sesneg Pratikno (ketiga dari kiri) dan Lukman Hidayat selaku Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk (kanan) mendampingi Presiden Joko Widodo saat memberikan kata sambutan saat acara Peresmian Kawasan Marina Labuan Bajo pada hari Senin (20/1/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. PTPP )
Siprianus Edi Hardum / EHD Rabu, 22 Januari 2020 | 20:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga terus meningkatkan kemantapan ruas jalan pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada tahun 2020, anggaran peningkatan jaringan jalan KSPN Labuhan Bajo sebesar Rp 250 miliar yang digunakan untuk kegiatan diantaranya pekerjaan rekonstruksi jalan, pelebaran, penataan trotoar, pemeliharaan rutin, dan pembangunan drainase.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Rabu (22/1/2020), mengatakan, ketersediaan infrastruktur jalan dengan kondisi mantap akan mengakselerasi pengembangan destinasi wisata setempat dan memudahkan wisatawan mencapai lokasi wisata. "Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat dikawasan wisata,” kata Basuki.

Program penanganan jalan di KSPN Labuan Bajo tahun 2020 meliputi sembilan paket yang terdiri atas lima paket pekerjaan penanganan ruas dalam kota sepanjang 16,8 kilometer (km) yakni peningkatan jalan, trotoar, dan drainase Jalan Soekarno Atas (2,19 km), Jalan Soekarno Bawah (2,01 km), Jalan Simpang Pede (4,51 km), Jalan Yohannes Sahadun (4,05 km), dan peningkatan jalan kawasan pariwisata Waecicu (4 km) dengan total anggaran Rp 250 miliar.

Basuki menambahkan, Kempupera juga tengah menyiapkan program peningkatan jalan dari Simpang Manjerite hingga dalam Kota Labuan Bajo sepanjang 9 km. Ketersediaan infrastruktur jalan tersebut sangat krusial untuk menunjang operasional peti kemas yang mendistribusikan logistik dari Pelabuhan Wae Klambu menuju pusat kota Labuan Bajo atau sebaliknya.

"Nanti kontainer tetap di pelabuhan, kemudian logistik didistribusikan dengan truk – truk ukuran sedang hingga kecil. Meskipun truk biasa tapi masih banyak tanjakan yang tinggi dan tikungan. Jadi itu yang akan kita perbaiki, untuk tikungan kita jadikan sodetan dan untuk yang tanjakan akan dipotong. Kemudian setelah padat akan di lebarkan dari 6 meter menuju standar 7 meter," kata Basuki.

Pelabuhan khusus logistik atau Multipurpose Wae Klambu dibangun untuk menggantikan pelabuhan lama yang berada di tengah Kota Labuhan Bajo. Lokasi Pelabuhan Logistik yang akan dibangun hanya 19 menit waktu tempuh dari Bandara Komodo dan dari pusat kota Labuan Bajo.



Sumber: Suara Pembaruan