Pemindahan Ibu Kota Kerek Pertumbuhan Ekonomi Nasional 0,2%

Pemindahan Ibu Kota Kerek Pertumbuhan Ekonomi Nasional 0,2%
Diskusi panel bertajuk ‘Law and Regulation Outlook 2020: The Future of Doing Business in Indonesia’ oleh Dentons HPRP di Jakarta Rabu (22/1/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 22 Januari 2020 | 15:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim) akan menstimulus ekonomi di wilayah di sekitarnya. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi, dampak pada pertumbuhan ekonomi nasiomal sekitar 0,2 persen.

"Dampak pertumbuhan ekonomi secara nasional 0,2 persen. Kalau dampak pada lawasan Indonesia Timur dan Kalimantam lebih besar lagi," kata Deputi Pengembangan Regional Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rudy Prawiradinata dalam diskusi 'Law and Regulation Outlook 2020: the Future of Doing Business in Indonesia' oleh Dentons HPRP di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Rudy mengatakan, Balikpapan dan Samarinda akan menjadi kota pendukung sekaligus fasilitator ibu kota baru. Diharapkan dalam jangka panjang, ibu kota baru akan merangsang ekonomi di wilayah Timur Indonesia. "Samarinda dan Balikpapan 20-30 tahun lagi akan jadi kota metropolitan baru," kata Rudy Prawiradinata.

Dia mengatakan, sektor yang bisa dikembangkan dalam jangka pendek di ibu kota baru adalah energi terbarukan, pariwisata, pertanian hingga pertambangan berkelanjutan. Sementara untuk jangka panjang adalah sektor farmasi hingga pendidikan.

Menurut dia, kehadiran ibu kota baru akan mendorong pertumbuhan penduduk dan produk domestik bruto (PDB). Sebagai gambaran di Tiongkok, setiap pertumbuhan 1 persen penduduk akan meningkatkan 3 persen PDB per kapita, sementara rata-rata kota di Asia Pasifik setiap pertimbuan 1 persen penduduk mendorong 2,7 persen pertumbuhan PDB per kapita. "Sedangkan di Indonesia dampaknya masih kecil, setiap 1 persen pertumbuhan penduduk berdampak pada 1,4 persen PDB per kapita," kata Rudy Prawiradinata.

Sementara Tm Leader Pemindahan Ibu Kota dari Indef, Rizal Taufikurahman mengungkapkan, kajian indef menyebutkan pemindahan IKN hanya memicu 0.02 persen terhadap pertunbuhan ekonomi nasional. Pasalnya, IKN hanya pemindahan kota administratif, bukan pemindahan kota bisnis. Adapun yang mendapat manfaat besar adalah Kaltim dengan kenaikan pertumbuhan 3,14 persen, sisanya Kalimantan Utara (Kaltara) dam Kalimantan Selatan (Kalsel).

Menurut dia pemindahan ibu kota kurang berdampak pada pemerataan pembangunan. "Dalam jangka pendek konsumsi naik, tapi jangka panjang akan cenderung stabil, termasuk dalam pertumbuhan ekonomi," kata Rizal Taufikurahman.

Indef menyarankan perlu ada linkage antarsekror dan antarwilayah sehingga akan mendorong nilai tambah ekonomi.

Giovanni Mofsol Muhammad, Partner Dentons HPRP mengatakan, aspek hukum pemindahan ibu kota negara mencakup aspek hukum tata negata, hukum pertahanan, tata ruang, dan pemindahan kelembagaan/institusi.

Menurut dia, pengusaha berharap dengan pemindahan ibu kota negara maka perizinan usaha yang sudah dilakukan dengan sistem online, harus ditindaklnjuti. "Jangan sampai sudah izin elektronik, tapi harus ketemu Kementerian terkait ke Kaltim," kata Giovanni Mofsol Muhammad.

Managing Partner Dentons HPRP, Constant Ponggawa menambahkan, fokus kebijakan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam rencana pemindahan ibu kota negara dan penyusunan Omnibus Law berpotensi membawa banyak perubahan, tantangan, dan kesempatan untuk industri dan bisnis di Indonesia di lima tahun mendatang. "Kalangan pelaku usaha Indonesia harus secara cermat menyikapi perubahan dan tantangan ini agar dapat dengan sigap beradaptasi dengan landscape regulasi baru di masa yang akan datang," kata Constant Ponggawa.

Partner Dentons HPRP Andre Rahadian mengatakan, landscape hukum di Indonesia telah mengalami banyak perubahan, terutama dalam hal-hal seperti investasi dan ease of doing business. "Perubahan ini akan membawa kesempatan yang harus secara cermat dimanfaatkan oleh semua kalangan," kata Andre Rahadian.



Sumber: BeritaSatu.com