Holding Migas PT Jateng Petro Energi Disetujui

Holding Migas PT Jateng Petro Energi Disetujui
Blok Cepu ( Foto: Beritasatu.com )
Stefi Thenu / FMB Senin, 20 Januari 2020 | 16:41 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tancap gas dengan mengoptimalisasi pengelolaan minyak dan gas, menyusul telah disetujuinya pendirian PT Jateng Petro Energi sebagai holding company pengelolaan minyak bumi, gas, energi dan mineral oleh DPRD Jateng.

Dalam sidang paripurna yang digelar pada Senin (20/1/2020), DPRD Jateng menyetujui Raperda pembentukan perusahaan daerah pengelola migas di Jateng. Setelah mendengar pandangan fraksi dan laporan panitia khusus (pansus), Raperda tersebut telah disetujui dan menjadi peraturan daerah (Perda).

"Dengan begitu, maka Raperda tentang pembentukan PT Jateng Petro Energi ini disetujui menjadi Perda," kata pimpinan sidang, Sukirman sambil mengetuk palu.

Salah satu anggota pansus Raperda PT Jateng Petro Energi, Padmasari mengatakan, Raperda pengelolaan migas ini merupakan usulan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Setelah dibentuk pansus dan dilakukan kajian, maka diputuskan bahwa pembentukan Perda pengelolaan migas ini sangat penting.

"Kami merekomendasikan agar perlu adanya penanganan serius terkait konsolidasi sejumlah BUMD. Mengingat dengan Perda ini, maka sejumlah BUMD yang sudah ada akan menjadi anak perusahaan," ungkapnya.

Politisi Partai Golkar tersebut menambahkan, setelah disahkannya Perda ini, PT Jateng Petro Energi diharapkan dapat menjadi holding pengelolaan migas di Jawa Tengah.

"Sehingga, optimalisasi pengelolaan migas di Jateng dapat lebih ditingkatkan sebagai salah satu pendapatan asli daerah," tegasnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyambut baik disetujuinya Perda pembentukan PT Jateng Petro Energi oleh DPRD. Menurutnya, dengan pembentukan perusahaan daerah tersebut, maka pengelolaan migas di Jateng akan lebih efektif.

"Selama ini sudah ada PT Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC), tapi itu hanya untuk blok Cepu. Selain itu ada PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) yang anak perusahannya juga mengelola minyak. Maka hari ini, dengan adanya PT Jateng Petro Energi, maka pengelolaan minyak yang selama ini tersebar, bisa disatukan," tegasnya.

Dengan disatukannya semua BUMD yang mengelola migas dan dibukanya tambahan lain seperti energi dan mineral, maka PT Jateng Petro Energi sebagai holding dapat lebih lincah dan fleksibel. 

"Dengan adanya Perda ini, kita punya ruang untuk berlari. Tentu dampaknya pada peningkatan PAD, karena semuanya dikelola dengan baik," tambahnya.

Selain eksplorasi dan eksploitasi migas, keberadaan Perda baru ini juga membuka peluang Jateng mengembangkan energi baru terbarukan. 



Sumber: Suara Pembaruan