RI-UEA Teken Kerja Sama Bisnis US$ 23 Miliar

RI-UEA Teken Kerja Sama Bisnis US$ 23 Miliar
Menteri BUMN Erick Thohir (kedua dari kanan) mendampingi Presiden Joko Widodo (paling kiri) mengadakan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheik Mohamed Bin Zayed (kedua dari kiri) di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan, Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA), pada Minggu, 12 Januari 2020. (Foto: Ist)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Selasa, 14 Januari 2020 | 09:10 WIB

Abu Dhabi, Beritasatu.com - Menteri BUMN mendampingi Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheik Mohamed Bin Zayed di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), pada Minggu, 12 Januari 2020.

Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa UEA akan tetap menjadi salah satu mitra penting kerja sama ekonomi Indonesia, terutama di bidang investasi, sedangkan Putra Mahkota Mohamed bin Zayed mengatakan bahwa hubungan kedua negara masih dapat ditingkatkan.

Dalam pertemuan tersebut, 11 perjanjian bisnis antara lain di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset dengan estimasi total nilai investasi sebesar US$ 22,89 miliar atau sekitar Rp 314,9 triliun. Pertukaran kerja sama tersebut disaksikan oleh Presiden Jokowi dan Putra Mahkota Mohamed bin Zayed.

Dalam perjanjian itu, BUMN berkontribusi dengan adanya kerja sama antara Pertamina dengan Adnoc untuk kilang Balongan. Abu Dhabi National Oil Company (Adnoc) adalah perusahaan migas yang dibangun pada 1971 yang memiliki cadangan minyak terbesar nomor tujuh di dunia. Pertamina juga bekerja sama dengan Mubadala Petroleum mengerjakan proyek kilang Balikpapan. Mubadala adalah perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas hulu internasional terkemuka yang mengelola aset dan operasi mencakup 10 negara dengan fokus geografis utama di Timur Tengah dan Afrika Utara, Rusia, dan Asia Tenggara.

Sedangkan Inalum bekerja sama dengan Emirates Global Aluminium (EGA) yaitu produsen 'aluminium premium' terbesar di dunia. PLN bekerja sama dengan Masdar, yang merupakan perusahaan energi baru terbarukan (EBT) berbasis di Abu Dhabi, UEA. Masdar akan bermitra dengan cucu usaha PT PLN (Persero), yakni PJB, membangun PLTS Terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat. Pembangkit ini akan menjadi PLTS terbesar di Asia Tenggara. BUMN terlibat dalam proyek-proyek yang strategis seperti hilirisasi minyak bumi dan pembangunan proyek PLTS (Floating PV) yang terbesar se-Asia Tenggara.

"Saya akan pastikan kerja sama antara BUMN dengan Uni Emirat Arab berjalan dengan baik dan dapat memenuhi target yang sudah ditetapkan, di mana alih teknologi juga terjadi, sehingga hasilnya win-win bagi kedua belah pihak. Selain dengan Persatuan Arab Emirat, akan ada lagi kerja sama investasi dengan negara-negara lain. Saya senang tingkat kepercayaan mitra strategis luar negeri terhadap BUMN-BUMN Indonesia semakin meningkat hal ini karena Perusahaan yang dikelola dengan baik, transparan dan mengedepankan GCG," kata Menteri BUMN, Erick Thohir.



Sumber: BeritaSatu.com