Landasan Ketiga Bandara Soetta Mulai Dioperasikan Maksimal

Landasan Ketiga Bandara Soetta Mulai Dioperasikan Maksimal
Budi Karya Sumadi saat mengunjungi Jakarta Air Traffic Service Center di Bandara Soekarno Hatta untuk melihat proses lepas landas dan mendarat pesawat di Runway (Landasan Pacu) 3, Minggu, 8 September 2019. ( Foto: Istimewa )
Thresa Sandra Desfika / FMB Jumat, 20 Desember 2019 | 16:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com  – PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) dan AirNav Indonesia mengoperasikan secara penuh landasan pacu (runway) ketiga Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang pada Jumat (20/12/2019).

Pesawat perdana yang mendarat di runway ketiga sekitar pukul 10.00 WIB pagi ini adalah maskapai Lion Air JT-373 rute Batam-Jakarta. Hingga saat ini, runway ketiga telah melayani 64 penerbangan terdiri dari penerbangan domestik dan internasional.

Direktur Utama AP II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, pembangunan East Connection Taxiway (ECT) dan runway 3 merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur di sisi udara Bandara Soekarno-Hatta.

“Tuntasnya pembangunan serta terbitnya izin operasi untuk ECT dan runway 3 dengan dimensi 3.000 x 60 meter membuat daya saing Bandara Soekarno-Hatta meningkat tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di tingkat regional," kata Awaluddin dalam keterangannya, Jumat (20/12).

Muhammad Awaluddin menambahkan, dioperasikannya ECT dan runway 3 juga membuat Bandara Soekarno-Hatta sangat siap dalam melayani meningkatnya lalu lintas penerbangan pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020.

“Berkat sinergi dan koordinasi yang sangat erat dengan regulator dan para pemangku kepentingan, kami bersyukur ECT dan runway 3 sudah bisa dioperasikan saat peak season libur akhir tahun ini sehingga meskipun frekuensi penerbangan bertambah namun traffic tetap lancar,” ujar Muhammad Awaluddin.

Awaluddin mengungkap, jumlah penumpang pesawat pada peiode angkutan Natal dan Tahun Baru dari 19 Desember 2019- 6 Januari 2020 di Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan mencapai 3,48 juta penumpang atau naik 2 persen dibandingkan dengan periode tahun lalu. Sedangkan, untuk pergerakan pesawat udara di Bandara Soekarno-Hatta, AirNav Indonesia memprediksi akan tumbuh 2,3 persen.

Sementara itu, Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto menyatakan, pihaknya telah siap mengoperasikan runway ketiga dan east connection taxiway.

"Pagi tadi kami sudah mengoperasikan runway ketiga secara penuh dan ECT juga sudah digunakan sejak beberapa waktu yang lalu. Pengoperasian ini akan mengurangi terjadinya antrean pesawat yang ada,” terang Novie.

Menurut dia, kehadiran runway ketiga ini akan melengkapi dua runway yang sudah ada sebelumnya. Runway 1 dan 2 memiliki dimensi yang sama yakni panjang 3.660 meter dan lebar 60 meter. Adapun konfigurasi jarak antar centerlines runway 1 dan 2 adalah 2.402 meter sedangkan untuk runway 2 dan 3 adalah 500 meter. Karenanya, pengoperasian runway ketiga dan kedua dikategorikan sebagai dependent runway.

Novie menyampaikan, pemilihan mode operasional runway ketiga akan berdasar kepada kondisi traffic, persentase arrival dan departure, serta faktor cuaca sehingga dapat semakin mengoptimalkan kapasitas dan efisiensi layanan.

“Konfigurasi paralel runway yang existing semakin kaya dengan adanya runway baru ini. Prinsip utama kami dalam memberikan layanan adalah memprioritaskan safety,” tuturnya.



Sumber: Suara Pembaruan