Jokowi Minta Ekosistem Investasi di Sektor Infrastruktur Diperbaiki

Jokowi Minta Ekosistem Investasi di Sektor Infrastruktur Diperbaiki
Suasana rapat Kabinet Kerja. (Foto: Antara)
Novy Lumanauw / FER Selasa, 10 Desember 2019 | 19:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pembangunan infrastruktur di Tanah Air harus difokuskan pada kelancaran konektivitas di sepanjang rantai pasok produksi, yang menghubungkan pasar dengan sentra-sentra produksi.

103 Kawasan Industri Siap Tarik Dana Investasi

"Pembangunan infrastruktur harus difokuskan untuk memperlancar konektivitas di sepanjang rantai pasok yang menghubungkan pasar dengan sentra-sentra produksi rakyat, mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, industri, termasuk di dalamnya UMKM,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas (Ratas) Kabinet Indonesia Maju di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/12).

Ratas yang dihadiri Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin, khusus membahas tentang akselerasi implementasi program infrastruktur.

Presiden Jokowi mengatakan, tidak semua infrastruktur dibangun menggunakan dana APBN. Oleh sebab itu, pemerintah akan menawarkan mekanisme kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dan pembiayaan investasi non anggaran pemerintah (PINA).

"Karena itu, ekosistem investasi di seluruh sektor infrastruktur harus segera diperbaiki sehingga memiliki daya tarik dan daya saing investasi yang semakin baik,” katanya.

Pemerintah Usulkan 19 Kawasan Industri Prioritas

Presiden Jokowi mengungkapkan, pembangunan infrastruktur harus memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi untuk meningkatkan Logistic Performance Index (LPI) Indonesia dan daya saing produk-produk ekspor nasional.

Posisi LPI Indonesia pada tahun 2018 berada di urutan 46 dari peringkat ke-63 pada tahun 2016. Posisi itu berada di bawah Singapura (7), Thailand (32), Vietnam (39), Malaysia (41).

"Infrastruktur yang kita bangun harus betul-betul memiliki impact agar Logistic Performance Index dan daya saing produk ekspor kita meningkat,” kata Jokowi.

Selain itu, pemerintah akan meneruskan pembangunan modernisasi moda transportasi massal, seperti MRT, LRT, kereta cepat terutama di kota-kota besar agar keseluruhan dari sistem transportasi makin efisien, ramah lingkungan, dan terkoneksi secara menyeluruh.

“Saya juga minta dilakukan pembenahan terus-menerus pada manajemen rantai pasok konstruksi, mulai dari penyiapan SDM, peralatan, material, inovasi, teknologi, dan pendanaan,” katanya.

Disebutkan, dalam mempersiapkan material konstruksi, saat ini masih terjadi selisih atau gap antara supply and demand. Jokowi mencontohkan, kebutuhan aspal sebesar 650.000 ton baru terpenuhi 70 persen. Selain itu, kebutuhan baja 9 juta ton baru terpenuhi 60 persen.

“Artinya, kita perlu memperkuat industri pendukung infrastruktur,” kata Presiden Jokowi.



Sumber: Investor Daily