Forum Bisnis Sichuan Tarik Minat Investor Tiongkok ke Indonesia

Forum Bisnis Sichuan Tarik Minat Investor Tiongkok ke Indonesia
Duta Besar RI untuk Repulik Rakyat Tiongkok (RRT) Djauhari Oratmangun (ketiga dari kanan) dalam acara "Indonesia-China (Sichuan) Business Forum on Trade, Tourism and Investment" yang digelar di Provinsi Sichuan, Tiongkok, Rabu, 4 Desember 2019. ( Foto: Istimewa / KBRI Beijing )
Asni Ovier / AO Sabtu, 7 Desember 2019 | 18:04 WIB

Chengdu, Beritasatu.com - Forum "Indonesia-China (Sichuan) Business Forum on Trade, Tourism and Investment" yang digelar Kedutaan Besar RI (KBRI) Beijing berhasil menarik minat investor Tiongkok ke Indonesia. Forum bisnis yang digelar pada Rabu (4/12/2019) di Chengdu, Provinsi Sichuan, Tiongkok itu bertema “Doing Business with Wonderful Indonesia”.

Dalam siaran pers KBRI Beijing yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Sabtu (7/12/2019) disebutkan, forum bisnis ini diselenggarakan di Junior Ballroom JW Marriott Hotel Chengdu. Peserta terdiri atas lebih dari 210 pebisnis Indonesia dan Tiongkok, khususnya dari kawasan Sichuan dan sekitarnya.

Bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sichuan, forum ini berhasil menarik minat berbagai perusahaan swasta Tiongkok untuk mengembangkan kerja sama dengan Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan tingginya partisipasi pada forum serta permintaan pertemuan bisnis tatap muka (one on one) dari perusahaan Tiongkok dengan pejabat dan sektor swasta Indonesia.

Dalam pidato pembukaannya, Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun mengatakan, kunjungannya ke Sichuan kali ini merupakan yang ke-4. Hal ini bertepatan pula dengan posisi Indonesia yang merupakan negara dengan populasi terbesar ke-4 di dunia, sementara Sichuan merupakan provinsi dengan populasi terbesar ke-4 di Tiongkok.

“Fakta ini seolah-olah mengatakan bahwa Indonesia dan Sichuan ditakdirkan untuk bekerja sama. Dengan modal populasi yang cukup besar, banyak peluang kerja sama yang dapat digali dari kedua belah pihak,” kata Dubes Djauhari.

Wakil Gubernur Provinsi Sichuan, Yang Xingping mengatakan, pada 2018, total perdagangan Provinsi Sichuan dengan Indonesia mencapai US$ 930 juta atau meningkat sekitar 109,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu menjadikan Indonesia mitra dagang Sichuan terbesar ke-5 di ASEAN.

“Di sisi pariwisata, sebanyak 48.000 turis Indonesia mengunjungi Sichuan, sementara 51.000 wisatawan Sichuan mengunjungi Indonesia pada 2018. Sichuan juga menjalin kerja sama siste province dengan Jawa Barat,” ujar Xingping.

Forum bisnis kali ini terbilang cukup sukses dengan mendatangkan pembicara ternama dari sektor yang menjadi fokus promosi Pemerintah Indonesia dalam kerja sama dengan Tiongkok, yaitu perdagangan, pariwisata dan investasi.

Pada kesempatan itu. Deputi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bidang Perencanaan Penanaman Modal, Ikmal Lukman menyampaikan sejumlah faktor yang menguntungkan bagi para investor untuk berinvestasi di Indonesia. Paparan di bidang investasi ini kemudian diikuti dengan presentasi peluang investasi Indonesia di bidang mineral oleh Warisan, yang diwakili oleh CFO Warisan, Christopher Clower.

Di sisi perdagangan, forum menghadirkan Nur Nurlaila Muhammad, Kepala Pusat Analisis Perdagangan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri (Kemlu), yang memaparkan produk-produk potensial Indonesia unggulan yang dapat dikerjasamakan untuk mendukung kebutuhan dalam negeri Tiongkok.

Paparan kemudian dilanjutkan oleh Melvany Angelica Kasih dari PT Ciomas Adisatwa atau JAPFA Indonesia yang mempromosikan berbagai varian produk yang diproses secara modern dan berstandar internasional untuk memenuhi permintaan pasar Tiongkok.

Selain itu, Wang Yuechun dari Sichuan Changhong Electric Co Ltd juga turut berbagi pengalamannya dalam berinvestasi di Indonesia. Wang memaparkan bahwa berinvestasi di Indonesia saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan dengan saat awal mula Changhong memasuki pasar Indonesia.

“Selain kemudahan proses berinvestasi, Indonesia juga menyimpan potensi pasar yang besar dengan jumlah populasi yang tinggi diikuti oleh peningkatan populasi kelas ekonomi menengah yang bertumbuh pesat,” ujarnya.

Pada akhir forum, sejumlah perusahaan saling menjalin kontak untuk menjajaki kerja sama di berbagai sektor, termasuk energi, produk pangan olahan, investasi, industri mineral, infrastruktur, dan lain-lain. Tercatat setidaknya sebanyak 34 perusahaan Tiongkok mendaftarkan diri untuk melakukan pertemuan one on one dengan BKPM untuk menyatakan minatnya berinvestasi di Indonesia.

Selama kunjungan pada 3-5 Desember 2019, delegasi Indonesia tidak hanya menghadiri kegiatan forum bisnis, namun juga turut melakukan kunjungan ke kawasan Hi Tech Industrial Development Zone di Chengdu untuk meninjau pusat peringatan dini gempa bumi dan perusahaan teknologi kapal terbang tanpa awak/drone.

Delegasi juga berkesempatan bertemu dengan Wakil Gubernur Provinsi Sichuan dan Wali Kota Chengdu untuk mendiskusikan peluang kerja sama dengan kedua pemerintah daerah di Tiongkok tersebut.

Pada malam hari, Rabu (4/12/2019), KBRI Beijing juga menyelenggarakan acara Malam Budaya dan Gala Dinner Wonderful Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Pada acara itu, Dubes Djauhari Oratmangun kembali menonjolkan peluang kerja sama pariwisata dan destinasi wisata Indonesia terbaik berstandar internasional yang dapat dikunjungi dan dinikmati oleh wisatawan asing.



Sumber: Suara Pembaruan